Sampah Jadi Tantangan Garut, Fatayat NU Gandeng DLH Gerakkan Perempuan dari Keluarga

|

GUGAH – Persoalan sampah di Kabupaten Garut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat hingga lingkungan keluarga. Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Garut untuk memperkuat kepedulian perempuan terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Upaya tersebut dibahas dalam audiensi PC Fatayat NU Garut dengan DLH Kabupaten Garut pada Selasa (13/10/2026), pukul 09.00 WIB, di kantor DLH Garut. Kegiatan yang diikuti 20 orang ini menjadi ruang silaturahmi dan koordinasi untuk membicarakan kontribusi organisasi perempuan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus PC Fatayat NU Garut bersama Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup membahas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Fatayat NU memandang perempuan memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan komunitas, tempat kebiasaan menjaga lingkungan dapat mulai dibentuk.

Baca Juga:  Janji Urus BPKB Tak Kunjung Selesai, Warga Garut Lapor Dugaan Penipuan Rp14,6 Juta

Perubahan dimulai dari rumah. Melalui kebiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan menjaga kebersihan sekitar tempat tinggal, perempuan dapat membantu menanamkan kepedulian lingkungan kepada anggota keluarga, termasuk generasi muda.

Dr. Hj. Ernawati, yang mewakili PC Fatayat NU Garut, menekankan pentingnya menempatkan perempuan sebagai bagian dari kekuatan sosial untuk membangun budaya hidup bersih. Menurut pendekatan yang didorong organisasi, persoalan sampah perlu ditangani sejak sumbernya melalui perubahan perilaku sehari-hari, bukan hanya dengan mengandalkan pengangkutan dan pembuangan akhir.

Bagi Fatayat NU Garut, pengelolaan sampah berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, kenyamanan permukiman, dan keberlanjutan lingkungan. Sampah yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran serta mengganggu kualitas hidup warga.

Karena itu, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sekadar sesuatu yang harus dibuang menjadi persoalan yang harus dikurangi dan dikelola sejak awal. Pemilahan sampah rumah tangga dan pengurangan penggunaan barang sekali pakai menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menekan jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Baca Juga:  Unpad dan Praktisi Korea Siapkan Uji Tanam Bawang Putih hingga Stroberi di Garut

Dalam audiensi tersebut, Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup PC Fatayat NU Garut turut memperkenalkan tiga program kerja, yakni **Aksi Lingkungan Bersih, Pengelolaan Sampah, dan Gerakan Hijau**. Ketiga program itu mencerminkan upaya organisasi untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari gerakan sosial perempuan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Jaringan kader Fatayat NU di berbagai wilayah dinilai menjadi modal penting untuk memperluas edukasi lingkungan hingga tingkat keluarga dan komunitas. Melalui pendekatan tersebut, organisasi dapat mendorong kebiasaan ramah lingkungan agar tumbuh secara konsisten, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Baca Juga:  MUI Kecamatan Samarang Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Resmi Aparat Terkait Dugaan Kasus Pelecehan oleh Oknum Guru

Fatayat NU Garut juga menyoroti peran sekolah dan pesantren dalam menanamkan tanggung jawab lingkungan sejak dini. Pendidikan lingkungan perlu diterapkan melalui praktik nyata, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat belajar.

Persoalan sampah pada akhirnya memerlukan kerja bersama antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Audiensi dengan DLH Garut menjadi salah satu langkah PC Fatayat NU untuk memperkuat komunikasi dan mendorong keterlibatan perempuan dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

Melalui gerakan yang berawal dari keluarga dan diperluas ke lingkungan masyarakat, Fatayat NU Garut berharap kesadaran menjaga lingkungan semakin mengakar. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan Kabupaten Garut yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran