GUGAH – Di tengah dinamika organisasi kemahasiswaan yang kerap berjalan sendiri-sendiri, Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (PERMATA) Cabang Purwakarta, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memilih membangun kolaborasi dalam kegiatan Inagurasi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STAI DR. KH. EZ. Muttaqien, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium STAI DR. KH. EZ. Muttaqien itu menjadi ruang pertemuan mahasiswa baru dengan berbagai organisasi kemahasiswaan sekaligus memperkuat komunikasi lintas organisasi di Purwakarta.
Ketua PERMATA Cabang Purwakarta, Muhamad Falaq, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk membangun gerakan mahasiswa yang lebih solid.
“Sinergi antara PERMATA, PMII, dan HMI membuktikan bahwa perbedaan panji organisasi bukanlah penghalang untuk berjalan bersama demi mencetak generasi muda Purwakarta yang kritis, progresif, dan berintegritas,” ujarnya.
Selain menjadi bagian dari rangkaian PBAK, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mengenalkan peran organisasi kemahasiswaan kepada mahasiswa baru. Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami pentingnya keterlibatan dalam organisasi sebagai ruang belajar kepemimpinan, pengembangan kapasitas diri, hingga penguatan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Ketua Srikandi PERMATA Cabang Purwakarta, Hertha Edelwys, mendorong mahasiswa, khususnya perempuan, untuk tidak ragu mengambil peran aktif sejak awal masa perkuliahan.
Menurutnya, organisasi menjadi ruang strategis untuk membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kemampuan berkontribusi bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
Rangkaian inagurasi diisi dengan penyambutan mahasiswa baru, pengenalan budaya akademik, serta diskusi mengenai peran organisasi daerah dan organisasi kemahasiswaan dalam mendampingi perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Kolaborasi PERMATA, PMII, dan HMI diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antarorganisasi di Purwakarta, tidak hanya dalam kegiatan kampus, tetapi juga dalam merespons berbagai isu sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.***





Tinggalkan Balasan