Di Gunung Solok Pandan KBB Berdiri Tiga Rumah yang Dihuni 16 Orang, Bupati: Saya Tawarkan Tinggal di Bawah

|

GUGAH – Siapa yang menyangka di atas Gunung Solok Pandan, di Kampung Cijanten, RW 10, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat terdapat pemukiman kecil. Ada tiga rumah yang dihuni oleh 16 orang.

Keluarga Amin, Usep, dan Entis Sutisna tinggal di rumah panggung yang terbuat dari lantai dan bilik bambu. Sejak tahun 2010, mereka menetap di tanah warisan yang terletak jauh di pegunungan yang sepi dari keramaian. Jalan menuju gunung ini tidak bisa diakses oleh kendaraan.

Dari jalan utama, warga harus berjalan sekitar 2,5 kilometer melalui jalur berbatu yang curam dan licin, di beberapa tempat dekat tebing. Anak-anak juga harus melewati rute ini setiap hari untuk bersekolah.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengunjungi desa terpencil itu. Ia mendaki jalanan licin setelah hujan beberapa hari sebelumnya, dan setelah berjalan sekitar satu jam, ia tiba di lokasi dan langsung disambut dengan senyuman oleh penduduk setempat.

Baca Juga:  Usai Pelantikan Ansor Kota Tangerang, Kader Diingatkan Jangan Terprovokasi

Setelah melihat keadaan dan berbincang dengan warga untuk mendengarkan kebutuhan mereka, Jeje segera memberikan solusi praktis. Untuk satu keluarga dengan anak sekolah, Pemkab Bandung Barat akan membantu biaya sewa rumah yang lebih dekat dengan sekolah anak-anak.

Solusi ini diberikan agar anak-anak tidak perlu lagi berjuang melewati jalan yang sulit setiap hari untuk bersekolah, sementara orang tua mereka tetap dapat berkebun di lokasi asal.

“Setelah saya lihat langsung kondisi di sini, terutama anak-anak yang setiap hari harus turun naik untuk sekolah, saya menawarkan untuk sementara tinggal di bawah. Kebunnya tetap bisa dikerjakan, orang tua tetap bisa naik ke sini untuk bertani, tetapi anak-anak bisa tinggal lebih dekat dengan sekolah,” kata Jeje saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga:  Lapas Kelas IIA Garut dan PT Kans Agro Indonesia Gandeng BPVP Bandung Barat Kembangkan Talenta Kopi

Ia menjelaskan bahwa bantuan untuk sewa rumah ini adalah solusi cepat guna memastikan anak-anak bisa sekolah lebih aman dan dekat. Bupati menawarkan dukungan biaya kontrak rumah selama dua tahun.

Sedangkan untuk dua keluarga lain yang memilih tinggal di lokasi karena penghidupan mereka berhubungan dengan kebun, Pemkab Bandung Barat akan segera mengecek kondisi rumah masing-masing dan merencanakan bantuan perbaikan tempat tinggal.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Sebelumnya, pihak desa telah mengajak warga untuk pindah, tetapi mereka lebih memilih tinggal untuk bertani dan berkebun sebagai sumber nafkah.

“Kalau memang memilih tetap tinggal di sini karena sumber penghidupannya ada di sini, kita cari solusi agar mereka tetap bisa tinggal dengan kondisi yang lebih layak. Kita lihat apa yang perlu diperbaiki dari rumahnya dan kita usulkan bantuannya,” ujar Jeje.

Baca Juga:  Bandung Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla Selama Tiga Bulan

Selain masalah tempat tinggal, organisasi perangkat daerah terkait juga bertanggung jawab memastikan masalah administrasi dan pembaruan data sosial untuk ketiga keluarga tersebut segera ditangani. Ketiga keluarga telah menerima beberapa bentuk bantuan dari pemerintah, tetapi belum terdaftar dalam bantuan sosial reguler seperti PKH atau BPNT karena masalah pembaruan data atau desil DTSEN.

Jeje meminta proses tersebut dipantau sampai ada kepastian, agar penanganan warga tidak berhenti pada pendataan, tetapi berlanjut kepada solusi yang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.


“Jadi kita jangan cuma perbaikan pendataan. Kita pastikan prosesnya berjalan sampai ada kejelasan,” pungkas Jeje.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran