GUGAH — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut bekerja sama dengan PT Kans Agro Indonesia dengan menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat untuk mengembangkan talenta muda di sektor perkopian. Kolaborasi tersebut mempertemukan potensi pemuda dan pemudi dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut dengan program penguatan kompetensi budidaya, pascapanen, serta upskilling keterampilan peracikan kopi.
Pembahasan kerja sama sekaligus persiapan program berlangsung di kafe Paskopi Pandawa Food Center, Jalan Pakuwon, Garut Kota, Rabu (23/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, para pihak juga membahas dan melaksanakan seleksi administrasi calon peserta sebagai tahapan awal sebelum pelatihan dimulai pada 2 Oktober 2026.
Para peserta berasal dari beberapa kecamatan yang memiliki potensi lokal di bidang perkopian. Mereka disiapkan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang tidak hanya berkaitan dengan pengolahan kopi, tetapi juga memahami proses budidaya hingga pascapanen.
Tahapan pelatihan akan mencakup pengetahuan budidaya kopi mulai dari media tanam, penyemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman hingga proses pascapanen. Setelah memahami proses dari hulu, peserta akan mendapatkan upskilling pada sektor hilir melalui keterampilan barista dan peracikan kopi.
Perwakilan BPVP Bandung Barat, Fajar, menjelaskan bahwa keterlibatan BPVP Bandung Barat diarahkan untuk memberikan penguatan kompetensi melalui pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja. Dukungan tersebut mencakup anggaran pelatihan, penyediaan modul, serta materi upskilling yang disiapkan untuk meningkatkan kemampuan peserta.
Menurut Fajar, program tidak berhenti pada proses pelatihan. Peserta yang telah memiliki kompetensi diharapkan dapat memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan melalui pemagangan maupun peluang penempatan sesuai kebutuhan mitra industri.
PT Kans Agro Indonesia menjadi mitra industri dalam pengembangan program tersebut. Perusahaan yang bergerak di bidang agroindustri itu mengembangkan usaha berbasis komoditas pertanian, termasuk pengembangan Paskopi sebagai salah satu merek dagang dalam lini usahanya.
Pengembangan Paskopi juga telah memasuki sektor hilir melalui pembukaan gerai kopi. Saat ini, Paskopi telah memiliki gerai yang berlokasi di Lapas Kelas IIA Garut serta gerai di Pandawa Food Center, Garut Kota.
Kehadiran gerai tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha sekaligus ruang untuk memperkenalkan hasil olahan kopi kepada masyarakat. Ke depan, PT Kans Agro Indonesia berencana mengembangkan jaringan *coffee shop* Paskopi di sejumlah wilayah Kabupaten Garut.
Pengembangan jaringan gerai tersebut diharapkan membentuk mata rantai usaha yang lebih luas, mulai dari potensi komoditas kopi di tingkat petani, pengolahan pascapanen, keterampilan barista, hingga pemasaran produk kepada konsumen.
Dalam program pelatihan, PT Kans Agro Indonesia juga berharap peserta dapat memperoleh pengalaman langsung melalui kesempatan magang di Paskopi. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa sejumlah alumni pelatihan barista di Lembang sebelumnya telah mendapatkan kesempatan bekerja.
Sementara itu, keterlibatan Lapas Kelas IIA Garut tidak hanya berkaitan dengan lokasi dan penyelenggaraan program. Lapas juga menjadi bagian dari upaya pembinaan keterampilan bagi warga binaan yang memiliki minat di bidang perkopian.
Kolaborasi dengan BPVP Bandung Barat memberikan penguatan pada aspek kompetensi vokasi, sedangkan PT Kans Agro Indonesia menghadirkan perspektif kebutuhan dunia industri. Ketiga unsur tersebut dipertemukan untuk menciptakan pelatihan yang memiliki kesinambungan dan peluang pengembangan setelah peserta menyelesaikan program.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Oktober 2026. Program ini diharapkan mampu melahirkan peserta yang memiliki pengetahuan budidaya kopi, memahami proses pascapanen, serta memiliki keterampilan upskilling dalam peracikan kopi.
Bagi Kabupaten Garut, pengembangan talenta perkopian dapat menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi komoditas lokal dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi. Sementara bagi peserta, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, mengikuti pemagangan, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.***



Tinggalkan Balasan