Dari Penerima KIP hingga Jadi Bankir, Fajrian Ingatkan Mahasiswa: Jangan Jadi Kupu-Kupu

|

GUGAH – Bagi mahasiswa baru, kuliah bukan hanya soal mengejar indeks prestasi dan menyelesaikan tugas. Ada modal lain yang sering kali baru terasa ketika memasuki dunia kerja: pengalaman, keberanian berorganisasi, dan jaringan.

Pesan itu disampaikan Sahabat Fajrian, kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bojong sekaligus alumni Program Studi Perbankan Syariah STAI Al Muhajirin Purwakarta, saat menjadi narasumber Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru (PETAMABA) di Aula Kebun Annas Bin Malik (ABM) Al Muhajirin, Jumat (2/10/2026) malam.

Fajrian membagikan pengalaman perjalanannya dari penerima KIP Kuliah hingga berkarier sebagai bankir di BRI Danantara. Ia merupakan lulusan dengan predikat pujian (cumlaude) dan semasa kuliah aktif dalam berbagai kegiatan.

Pengalamannya juga tidak berhenti di ruang kelas. Fajrian pernah meraih Juara OPOP (One Pesantren One Product) Tingkat Kabupaten Purwakarta pada 2020 serta masuk 50 Besar Santripreneur BAZNAS RI sektor agribisnis tingkat nasional pada 2025.

Baca Juga:  Baru Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Perwira: 19 Kapolda Berganti

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Fajrian menekankan pentingnya membangun relasi sejak masa kuliah. Menurutnya, mahasiswa perlu keluar dari pola kuliah-pulang tanpa aktivitas lain yang memperluas pengalaman dan jaringan.

“Ingat adik-adik, 100 persen dari apa yang kita pelajari di bangku sekolah atau kampus, hanya sekitar 20 persen yang akan kita gunakan di dunia kerja. Sementara 80 persen sisanya kita dapatkan dari relasi dan jaringan. Maka, jangan menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang). Aktiflah di organisasi, di IPNU-IPPNU, Ansor, HIMA, maupun BEM. Di situlah jaringan kalian dibentuk,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa baru yang sedang memasuki lingkungan akademik. Sebab, kampus tidak hanya menyediakan ruang untuk mendapatkan gelar, tetapi juga kesempatan membangun pengalaman sosial, kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.

Baca Juga:  Seret Nama Dedi Mulyadi dan Buka Konflik ke Publik, Abang Ijo Hapidin Dinilai Gagal Jaga Marwah Pemerintah Purwakarta

Fajrian juga meminta mahasiswa tidak minder dengan program studi yang dipilih. Ia menilai setiap bidang memiliki peluang masing-masing, termasuk program studi yang tersedia di STAI Al Muhajirin di tengah perkembangan ekonomi syariah.

Lima program studi yang tersedia yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Perbankan Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Manajemen Bisnis Syariah.

Pengalaman Fajrian sebagai penerima KIP menjadi bagian lain yang ia bagikan kepada mahasiswa baru. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan diri.

“Sebagai penerima KIP, saya membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Yang terpenting adalah adab, relasi, dan kesungguhan. Gelar S.E. yang saya dapatkan adalah doa orang tua serta hasil dari didikan para kiai dan dosen di Al Muhajirin,” ujarnya.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Seremoni, Aa Aris Ajak Maulid Nabi Jadi Momentum Teladani Etika Bisnis Rasulullah

Dari kisah tersebut, ada satu pelajaran yang bisa dibawa mahasiswa baru: gelar adalah salah satu hasil dari kuliah, tetapi pengalaman dan jaringan menentukan seberapa jauh pengetahuan itu bisa dibawa ke luar kampus.

Karena itu, menjadi mahasiswa aktif tidak harus berarti mengejar sebanyak mungkin organisasi. Yang lebih penting adalah memanfaatkan ruang kampus untuk belajar berkomunikasi, membangun jejaring, mengambil tanggung jawab, dan mengenal lebih banyak orang.

PETAMABA STAI Al Muhajirin menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk melihat kuliah dari perspektif yang lebih luas. Bukan sekadar datang ke kelas, mendapatkan nilai, lalu pulang, tetapi mulai membangun bekal yang akan dibawa ketika memasuki dunia profesional dan masyarakat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

One response to “Dari Penerima KIP hingga Jadi Bankir, Fajrian Ingatkan Mahasiswa: Jangan Jadi Kupu-Kupu”

  1. Avatar Nurbaeti 24
    Nurbaeti 24

    Maasyallah keren🔥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran