GUGAH — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu mengemuka dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Islam Al-Hidayah Raharja, Sabtu (26/9/2026).
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Membentuk Generasi Berakhlakul Karimah, Beriman, Berilmu, dan Berprestasi”, kegiatan tersebut dihadiri ratusan jamaah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Hidayah Raharja.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi, arus informasi, dan perubahan sosial yang semakin cepat, tema tersebut dinilai relevan sebagai pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Hadir sebagai penceramah, KH Muyiddin Abdul Jabbar, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Aqtob Cianting, Purwakarta, menyampaikan tausiah yang mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hadiah dan tawasul, sholawat serta marhaba. Kepala MTs Al-Hidayah, Marni Zuliah, S.Ag., turut menyampaikan sambutan sebelum tausiah dimulai.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Pendidikan Islam Al-Hidayah Raharja menegaskan komitmennya menjadikan lembaga pendidikan sebagai tempat yang tidak hanya mencetak peserta didik berprestasi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan akhlakul karimah.
Bagi lembaga pendidikan, peringatan Maulid menjadi momentum untuk menguatkan pendidikan karakter. Keteladanan Rasulullah dipandang sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual.
Tabligh Akbar yang diselenggarakan bersama MTs Al-Hidayah dan MDTU Hidayatussibyan itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, kemudian ditutup dengan doa bersama.
Panitia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus memperkuat semangat belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama.***



Tinggalkan Balasan