K-SARBUMUSI Garut Kumpulkan 100 Anggota dalam Kemah Gembira

|

GUGAH – DPC Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-SARBUMUSI) Kabupaten Garut mengumpulkan sekitar 100 anggota dari berbagai basis dalam kegiatan Outbond Kemah Gembira yang berlangsung di kawasan Tegal Malaka, Tarogong Kaler, Sabtu-Minggu (19–20/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi untuk memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kapasitas anggota dalam menghadapi dinamika dunia ketenagakerjaan.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai unit dan basis K-SARBUMUSI di Kabupaten Garut. Mereka mengikuti beragam kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan, mulai dari outbond, permainan kelompok, diskusi organisasi, hingga penguatan wawasan keorganisasian dan hubungan industrial.

Ketua DPC K-SARBUMUSI Kabupaten Garut, Ramlan Gumilar, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antarkader untuk mempererat komunikasi dan memperkuat ikatan organisasi. Menurutnya, serikat pekerja yang kuat lahir dari anggota yang memiliki kapasitas, loyalitas, dan semangat kebersamaan yang terus terjaga.

Baca Juga:  Nobar Persib vs Persijap Siap Digelar di Garut, Viking Distrik Ajak Bobotoh Birukan SOR Adiwijaya

“Kegiatan ini bukan sekadar refreshing atau berkumpul bersama. Ini adalah ruang untuk memperkuat kapasitas, membangun komunikasi, meningkatkan kekompakan, dan mempererat solidaritas seluruh anggota KSARBUMUSI Garut. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Ramlan.

Ia menilai tantangan hubungan industrial saat ini semakin kompleks dan membutuhkan organisasi pekerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, penguatan sumber daya anggota menjadi kebutuhan penting agar serikat pekerja dapat menjalankan fungsi advokasi dan pelayanan secara lebih efektif.

Sebagai organisasi pekerja yang berakar pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama, KSARBUMUSI, kata Ramlan, berkomitmen mengedepankan pendekatan moderat dan dialogis dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan buruh dan terciptanya hubungan industrial yang sehat.

Baca Juga:  Pernyataan Sekdisdik Ciamis Soal Pansel Dewan Pendidikan Dipertanyakan

“KSARBUMUSI sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama akan terus berkhidmat. Dalam menghadapi berbagai persoalan buruh dan hubungan industrial, kita harus tetap mengedepankan sikap moderat, mengutamakan dialog, musyawarah, dan penyelesaian yang berkeadilan. Perjuangan buruh harus tetap tegas, tetapi juga dilakukan dengan cara-cara yang bermartabat dan membawa kemaslahatan,” tegasnya.

Ramlan menambahkan, organisasi pekerja tidak cukup hanya hadir ketika terjadi persoalan ketenagakerjaan. Organisasi juga harus mampu membangun kualitas kader yang memiliki kemampuan komunikasi, pemahaman regulasi, serta semangat perjuangan yang berkelanjutan.

Menurut dia, kegiatan Kemah Gembira menjadi salah satu sarana untuk memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi. Melalui interaksi yang terbangun selama kegiatan, anggota diharapkan semakin memahami visi perjuangan KSARBUMUSI sekaligus mempererat hubungan antarbasis yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Garut.

Baca Juga:  PAKSI Garut Dikukuhkan, Siap Hadirkan Pendampingan Hukum Gratis untuk Masyarakat

Ramlan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai basis dinilai menunjukkan tumbuhnya komitmen bersama dalam memperkuat organisasi dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota yang hadir dan ikut berpartisipasi. Kehadiran rekan-rekan semua menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas KSARBUMUSI Garut terus tumbuh. Bagi anggota yang belum berkesempatan hadir, mari tetap semangat dan terus berkontribusi dalam setiap kegiatan organisasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, KSARBUMUSI Garut berharap lahir energi baru yang dapat dibawa oleh setiap peserta ke basis masing-masing. Semangat solidaritas, kekompakan, dan khidmat kepada pekerja diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun hubungan industrial yang berkeadilan dan bermartabat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran