GUGAH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Maniis kembali menggelar Rutinan Keterpelajaran sebagai ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan semangat kader pelajar Nahdlatul Ulama. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di kediaman Rekan Radja, Kampung Tegal Datar, Desa Simargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.
Dikemas dengan suasana sederhana dan penuh keakraban, kegiatan ini diisi dengan pembacaan Maulid Barzanji, ngopi bersama, serta diskusi santai mengenai kehidupan pelajar, kaderisasi, dan keberlanjutan gerakan IPNU-IPPNU di Kecamatan Maniis.
Pembacaan Maulid Barzanji menjadi bagian awal kegiatan sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus pengingat bagi para pelajar untuk terus menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari proses kehidupan dan perjuangan organisasi.
Usai pembacaan Maulid Barzanji, kegiatan dilanjutkan dengan ngopi dan diskusi santai.
Dalam suasana yang tidak terlalu formal, para kader diberikan ruang untuk bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta membicarakan bagaimana menumbuhkan kembali semangat pelajar NU agar lebih aktif dalam belajar dan berorganisasi.
Ketua PAC IPNU Kecamatan Maniis, Radithya Wandyra Ibrahim, menyampaikan bahwa semangat organisasi perlu terus dirawat melalui perjumpaan dan ruang diskusi yang terbuka.
“Semangat itu tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Kadang ia tumbuh dari hal sederhana: duduk bersama, ngopi, membaca Barzanji, kemudian berdiskusi tentang apa yang bisa kita lakukan. Dari ruang seperti inilah kita mencoba menumbuhkan kembali semangat pelajar NU untuk terus belajar, berproses, dan bergerak,” katanya.
Ia menambahkan bahwa rutinan keterpelajaran tidak semata-mata menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan refleksi bersama.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling hebat. Kita sedang belajar bagaimana menjadi kader yang mau mendengar, berani menyampaikan gagasan, mampu menerima perbedaan, dan siap mengambil peran. Kalau semangat itu terus kita rawat, insyaallah organisasi akan tetap hidup dan kaderisasi akan terus berjalan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kedekatan antaranggota sekaligus membangun budaya diskusi di kalangan pelajar.
Suasana santai diharapkan membuat para kader lebih leluasa menyampaikan pandangan tanpa kehilangan substansi pembahasan.
Melalui Rutinan Keterpelajaran, PAC IPNU-IPPNU Maniis berupaya menjadikan organisasi sebagai ruang belajar bersama.
Perpaduan antara Maulid Barzanji, ngopi, dan diskusi santai menjadi cara sederhana untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kembali kesadaran bahwa perjuangan pelajar NU membutuhkan semangat, gagasan, dan kemauan untuk terus bergerak.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil untuk melahirkan semangat baru di kalangan pelajar NU Maniis: lebih aktif belajar, lebih berani berdiskusi, lebih kuat berorganisasi, dan lebih siap mengambil peran dalam kebaikan.***



Tinggalkan Balasan