GUGAH – Wartawan Ciamis dari empat organisasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesi (PWI), Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), menggelar dzikir dan doa bersama untuk keselamatan dan kepulangan lima wartawan yang hilang kontak, saat melakukan liputan aktivitas gunung anak Krakatau.
Adeng salah seorang wartawan Ciamis yang dekat dengan beberapa orang wartawan yang hilang itu, mengaku salah satu diantara mereka yakni Bagas, sempat komunikasi untuk bertemu di Garut, dia sempat bilang juga akan mengambil gambar dan investigasi aktivasi gunung anak Krakatau, namun setelah itu Bagas dan empat wartawan lainnya dikabarkan hilang kontak.
“Dia Abang saya, senior saya, saya sangat dekat dengan dia… Bahkan rencananya kami akan bertemu di Garut, namun mereka hilang kontak, dan sampai hari ini, hari terakhir oprasi pencarian mereka belum ditemukan,” kata Adeng menceritakan kronologis sambil tak kuasa menahan tangis.
Ketua MUI Ciamis KH. Saeful Ujun, sebelum memimpin dzikir dan doa, mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang menginginkan musibah.
Kata dia, lima jurnalis tersebut sedang menjalankan tugas untuk meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau sekaligus mencari nafkah bagi keluarganya.
“Tidak ada orang yang ingin kena musibah. Mereka sedang berjuang meliput Anak Krakatau, berjuang mencari nafkah untuk anak dan istrinya,” kata Saeful.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanjatkan doa agar kelima jurnalis tersebut dapat kembali kepada keluarganya dalam keadaan hidup.
“Kita berdoa mudah-mudahan mereka berlima bisa kembali dalam keadaan hidup. Allah Maha Kuasa mengembalikan mereka kepada keluarganya. Sampai hari ini belum ada berita mereka ditemukan,” ujarnya.
Saeful juga mengajak para jurnalis menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk bermuhasabah. Ia mengatakan musibah, ujian, dan kematian merupakan bagian dari kehidupan yang berada dalam ketentuan Allah SWT.
“Dengan kejadian ini untuk kita muhasabah bahwa suatu saat kita akan mengalami musibah, kematian, ujian dari Allah SWT,” katanya.
Para peserta kemudian mengikuti lantunan dzikir dan doa. Mereka berharap pencarian membuahkan hasil dan kelima jurnalis dapat kembali dengan selamat.
Setelah doa dan dzikir, peserta menyalakan 100 lilin yang telah disiapkan di kawasan Alun-alun Ciamis.
Penyalaan lilin menjadi simbol harapan dan solidaritas bagi lima jurnalis yang masih dalam pencarian. Para peserta berdiri dalam suasana hening sambil membawa lilin dan foto sebagai pengingat terhadap rekan seprofesi mereka.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan dari komunitas jurnalis Ciamis sembari menunggu kabar terbaru mengenai pencarian M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni.***



Tinggalkan Balasan