Pelatihan Video Editing Tak Berhenti di Sertifikat, Pemkot Cimahi Siapkan Jalur Kerja dan Inkubasi Bisnis Digital

|

GUGAH – Sebanyak 30 warga Kota Cimahi yang lolos seleksi pelatihan video editing kini tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga disiapkan memasuki ekosistem industri kreatif digital.

Pemerintah Kota Cimahi menjanjikan pendampingan lanjutan melalui Techno Park dan Baros Information, Technology, & Creative Center (BITC) agar keterampilan peserta dapat berkembang menjadi sumber penghasilan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjawab tantangan pengangguran melalui penciptaan talenta digital.

Dari sekitar 100 pendaftar yang mengikuti seleksi, hanya 30 peserta yang berhak mengikuti pelatihan dan sertifikasi video editing selama 10 hari yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi bersama LPK Zein Training Club di Cafe Airmen 25, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:  Bojonggambir Juara Umum Khajanah ke-3 FKDT Kabupaten Tasikmalaya

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pelatihan tidak berhenti setelah peserta memperoleh sertifikat.

Mereka yang memiliki minat dan potensi akan diarahkan mengikuti pembinaan lanjutan di Techno Park maupun BITC agar mampu menghasilkan karya dan memiliki nilai ekonomi.

“Setelah pelatihan 10 hari, kita arahkan yang berminat untuk masuk Techno Park dan akan pemerintah tampung di Techno Park serta di BITC,” ujar Ngatiyana.

Menurutnya, peserta juga dapat memperluas kompetensi ke bidang animasi, produksi konten, hingga teknologi digital lainnya sesuai kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

Baca Juga:  Satgas Sampah PC GP Ansor Kabupaten Bandung Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Pesantren

“Kita kembangkan di sana baik bagian editing, bagian animasi, bagian teknologi yang lain sehingga nanti kalau sudah bisa mendapatkan nilai ekonomi, kita tampung di BITC,” katanya.

Kebijakan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam program pelatihan kerja.

Jika sebelumnya pelatihan kerap berakhir pada pemberian sertifikat, kini pemerintah berupaya menciptakan jalur lanjutan menuju dunia kerja dan kewirausahaan digital.

BITC diharapkan menjadi ruang inkubasi bagi peserta untuk membangun portofolio, mengembangkan usaha kreatif, hingga membuka peluang kerja sebagai editor video, kreator konten, animator, maupun pekerja lepas (freelancer) di industri digital yang terus tumbuh.

Program ini juga diarahkan menjadi salah satu strategi mengurangi angka pengangguran di Kota Cimahi.

Baca Juga:  Jenal Abidin Bersinar di Panggung Nasional, Bukti Nyata Keseriusan Dinas Pertanian Sukabumi

Pemerintah berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga menghasilkan pendapatan dan membuka peluang ekonomi baru.

Ngatiyana menyebut keberlanjutan program akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Pelatihan serupa akan kembali digelar apabila tersedia alokasi anggaran dalam APBD.

“Kalau anggarannya ada, pelatihan lagi,” ujarnya.

Pelatihan video editing tahun 2026 dibiayai melalui APBD Kota Cimahi dengan dukungan BPJS Ketenagakerjaan Kota Cimahi.

Pemerintah berharap investasi pada peningkatan keterampilan digital ini mampu melahirkan tenaga kerja kreatif yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri sekaligus memperkuat ekonomi digital di Kota Cimahi.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran