Refleksi Kemerdekaan, IPNU-IPPNU Plered Ajak Pelajar Isi Kemerdekaan dengan Karya

|

GUGAH — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Plered tidak sekadar diisi dengan perlombaan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Plered menjadikannya sebagai ruang refleksi sekaligus memperkuat kebersamaan kader dan pelajar NU.

Kegiatan bertajuk Refleksi Kemerdekaan dan Perlombaan itu digelar di BLK Riyadul Muta’alimin, Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 20 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas sederhana, tetapi sarat dengan pesan kebangsaan.

Sejumlah permainan tradisional turut digelar, mulai dari estafet sarung, oper terigu, lempar balon, lomba kelereng hingga makan kerupuk.

Namun, bagi pengurus PAC IPNU-IPPNU Plered, perlombaan tersebut bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kerja sama, sportivitas dan sikap saling menghargai.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Purwakarta Juni 2026: RSU Holistik Buka Rekrutmen Perawat IGD

Ketua PAC IPNU Kecamatan Plered, Farhan, bersama Ketua PAC IPPNU Kecamatan Plered, Siti Hana, menilai momentum kemerdekaan perlu dimaknai lebih jauh oleh generasi muda.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana generasi muda mengisinya dengan belajar, berorganisasi, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat kebersamaan kader dan anggota IPNU-IPPNU Plered,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Wakil Ketua 3 PAC IPNU Kecamatan Plered, Rizky. Menurutnya, bentuk perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi berupa perjuangan merebut kemerdekaan, melainkan menjaga sekaligus mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat.

“Kalau dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi muda hari ini adalah menjaga dan mengisinya. Pelajar NU harus mampu meneruskan semangat perjuangan melalui pendidikan, kaderisasi, pengabdian, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  27 Aktivis Lintas Daerah Serukan Mosi Kebangsaan, Soroti Arah Demokrasi Indonesia

Sementara itu, pengurus PAC IPNU-IPPNU Plered, Kandias, mengatakan permainan yang digelar menjadi cara sederhana untuk membangun karakter peserta.

Menurutnya, estafet sarung, oper terigu, kelereng hingga makan kerupuk mengajarkan peserta untuk bekerja sama dan menghargai peran orang lain.

“Di balik perlombaan sederhana itu ada nilai kebersamaan, kerja sama, sportivitas, dan saling menghargai. Hal-hal seperti ini menjadi pengalaman yang mempererat hubungan antarkader,” ujarnya.

Pengurus lainnya, Jalil, menambahkan bahwa nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui seremoni. Generasi muda, kata dia, perlu menerjemahkannya dalam sikap dan kontribusi nyata.

Baca Juga:  Remisi HUT ke-81 RI di Lapas Garut, 503 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

“Nasionalisme hari ini tidak cukup hanya dengan mengikuti upacara atau mengenang sejarah. Generasi muda harus mampu menunjukkannya melalui sikap, prestasi, kepedulian, dan kontribusi nyata,” katanya.

Bagi IPNU-IPPNU Plered, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana. Kebersamaan, pendidikan, organisasi dan pengabdian merupakan bagian dari cara generasi muda meneruskan perjuangan para pendahulu.

HUT ke-81 RI pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab menjaga persatuan serta mengisi kemerdekaan dengan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran