GUGAH — Masa pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Posko 45 dan 46 di Desa Pamulihan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, memasuki tahap akhir.
Melalui Lokakarya Akhir yang digelar di Aula Desa Pamulihan, Selasa (18/8/2026), mahasiswa memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan sekaligus mengevaluasi kontribusi mereka selama berada di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pamulihan Ujang Sulaiman, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Miftahul Malik, sejumlah ketua RW dan RT, serta perwakilan sekolah di wilayah Desa Pamulihan.
Ketua Kelompok KKN Posko 45 dan 46, Asep Rifki Maulana Malik, mengatakan kegiatan selama KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat.
“Selama berada di Desa Pamulihan, kami tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran dari masyarakat,” ujar Asep.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, perangkat kewilayahan, sekolah, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan KKN.
Dari UMKM hingga Literasi Digital
Sejumlah program utama menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa. Di antaranya rebranding dan digitalisasi pemasaran UMKM, seminar literasi, pelatihan jurnalistik dan sadar hukum dengan tema pencegahan kenakalan remaja, seminar pengolahan sampah, SIGAP DESA atau Sistem Informasi Geografis Arah Pemukiman, serta pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pendampingan pembelajaran dan ekstrakurikuler di sekolah, kegiatan kebersihan lingkungan, aktivitas sosial dan keagamaan, hingga membantu pelayanan administrasi desa.
Salah satu bentuk keterlibatan tersebut adalah pendampingan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta partisipasi dalam kegiatan Jalan Santai Kolaborasi Bersama Pemerintah Desa dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menyesuaikan kegiatan KKN dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kepala Desa: Kalau Bisa KKN Diperpanjang
Kepala Desa Pamulihan, Ujang Sulaiman, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa selama menjalankan program di wilayahnya.
Menurut Ujang, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa sejumlah program, tetapi juga membuat aktivitas sosial di desa semakin hidup.
Ia bahkan berharap mahasiswa dapat memperpanjang masa KKN di Desa Pamulihan.
“Kalau bisa KKN-nya diperpanjang, karena kami belum mau kehilangan dan ditinggalkan para mahasiswa,” kata Ujang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana akrab saat lokakarya. Kedekatan mahasiswa dengan warga menjadi salah satu hal yang terlihat selama pelaksanaan KKN.
Ketua RW 09, Nina, juga menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa. Ia menilai komunikasi yang dibangun mahasiswa dengan masyarakat berjalan baik dan berharap hubungan tersebut tidak berhenti setelah program KKN selesai.
Sementara itu, DPL Miftahul Malik menekankan bahwa KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga memahami persoalan dan dinamika yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Lokakarya akhir kemudian menjadi ruang evaluasi terhadap program yang telah dijalankan sekaligus melihat keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.
Mahasiswa berharap sejumlah program yang telah diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga bersama Pemerintah Desa Pamulihan.
Bagi mahasiswa Posko 45 dan 46, berakhirnya KKN bukan berarti berakhirnya hubungan dengan masyarakat. Pengalaman selama berada di Desa Pamulihan menjadi bagian dari proses belajar sekaligus membangun kolaborasi yang diharapkan tetap berlanjut setelah mereka kembali ke lingkungan kampus.***



Tinggalkan Balasan