GUGAH — Kebakaran melanda area belakang PT Iluva Gravure Industri di Kampung Mulyasari, RT 04/RW 02, Dusun 2, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Senin (17/8/2026) petang. Kobaran api yang diduga berasal dari tumpukan limbah memicu kepanikan warga dan mengerahkan belasan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.50 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan kepulan asap hitam terlihat dari kawasan permukiman di sekitar lokasi kejadian.
Pantauan di lapangan, sedikitnya 16 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan api. Petugas berjibaku memadamkan kobaran sekaligus mencegah api merembet ke area lain di sekitar perusahaan yang bergerak di bidang produksi kemasan plastik tersebut.
Di tengah proses pemadaman, sejumlah warga berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Sementara sebagian lainnya memilih menjauh karena khawatir api terus meluas.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Cikopo sebelumnya meminta para ketua RT dan RW membantu proses evakuasi warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran apabila kondisi memburuk.
Sekretaris Desa Cikopo, Hendri Yudistira Permana, mengatakan pemerintah desa menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 17.50 WIB dan segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.
“Jam 17.50 diinformasikan kepada desa dan kami langsung tindak lanjut ke Damkar yang terdekat,” ujar Hendri kepada wartawan.
Menurut Hendri, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan informasi sementara, api diduga membakar tumpukan limbah yang berada di bagian belakang kawasan PT Iluva Gravure Industri.
“Diduga objek ini yaitu limbah yang berada di belakang perusahaan PT Iluva Gravure Industri,” katanya.
Meski kobaran api cukup besar, Hendri memastikan tidak ada laporan mengenai suara ledakan selama kebakaran berlangsung.
“Kalau ledakan mungkin tidak ada, hanya api saja. Kalau sampai ledakan tidak ada,” ujarnya.
Hingga Senin malam, proses pemadaman dan pendinginan masih dilakukan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Petugas juga terus melakukan penyisiran di area terdampak.
Sementara itu, warga diimbau tetap menjauhi lokasi kebakaran hingga proses penanganan selesai demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran maupun nilai kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan dan penyelidikan oleh pihak berwenang. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.***



Tinggalkan Balasan