GUGAH – Kunjungan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya ke Kupang disambut penuh antusias oleh PWNU Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi Ketua PWNU NTT Pua Monto Umbu Nay, kunjungan itu bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum bersejarah yang baru pertama kali terjadi sejak dirinya memimpin wilayah.
Pua mengatakan, sejak Muktamar ke-34 NU di Lampung, baru kali ini Ketua Umum PBNU datang langsung ke NTT menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
“Selama saya menjadi Ketua PWNU NTT, baru kali ini mendapat kunjungan Ketua Umum. Tentu kami sangat bergembira,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Yahya juga meninjau pembangunan Graha Aswaja yang diproyeksikan menjadi sekretariat permanen PWNU NTT sekaligus pusat aktivitas badan otonom NU di provinsi tersebut.
Gedung itu dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi NTT seluas sekitar 600 meter persegi yang kini telah bersertifikat atas nama PWNU NTT.
Menurut Pua, pembangunan Graha Aswaja berlangsung selama empat tahun dengan mengandalkan gotong royong warga Nahdlatul Ulama. Sebagian besar pembiayaan berasal dari swadaya pengurus dan warga NU, ditambah bantuan terbatas dari pemerintah daerah.
Ia mengaku berharap kehadiran Gus Yahya membawa perhatian lebih terhadap penyelesaian pembangunan yang kini tinggal memasuki tahap akhir.
“Kami husnuzan, setiap orang yang datang melihat tentu memiliki rasa simpati. Mudah-mudahan ada perhatian dan kepedulian untuk membantu kami menyelesaikan pembangunan ini,” katanya.
Harapan itu dinilai wajar. Di tengah semangat membangun kemandirian organisasi di wilayah timur Indonesia, berdirinya kantor permanen menjadi simbol penguatan kelembagaan NU yang selama ini berkembang dengan keterbatasan.
PWNU NTT menargetkan Graha Aswaja selesai sebelum Konferensi Wilayah digelar sebagai penutup masa kepengurusan saat ini.***



Tinggalkan Balasan