GUGAH – Ketua PWNU Nusa Tenggara Timur Pua Monto Umbu Nay menilai pencalonan kembali Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pada Muktamar NU ke-35 merupakan hak yang dijamin dalam mekanisme organisasi.
Menurutnya, semakin banyak kader yang maju justru menunjukkan regenerasi di tubuh Nahdlatul Ulama berjalan sehat.
“Sah-sah saja. Itu hak masing-masing kader untuk mencalonkan diri. Semakin banyak kader yang maju, kami merasa NU semakin maju,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Pua juga memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Gus Yahya selama satu periode terakhir. Ia menyebut sejumlah pembenahan organisasi mulai dirasakan hingga tingkat wilayah.
Salah satunya ialah penertiban administrasi organisasi serta implementasi sistem digital Digdaya yang dinilai memperkuat tata kelola NU.
“Ada banyak hasil yang beliau lakukan, di antaranya penertiban administrasi, hadirnya Digdaya, lahirnya berbagai aturan organisasi yang membuat progres NU semakin maju,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui implementasi digitalisasi di NTT belum sepenuhnya merata.
Menurut Pua, penggunaan Digdaya di tingkat PWNU sudah berjalan penuh. Tantangan justru berada di tingkat cabang yang masih membutuhkan pendampingan karena sebagian pengurus belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
“Kami di wilayah sudah 100 persen. Tinggal cabang-cabang yang terus kami dorong karena masih ada pengurus yang gagap teknologi,” katanya.
Di tengah dinamika menjelang Muktamar, Pua berharap seluruh proses berlangsung damai tanpa mengorbankan tradisi saling menghormati yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.***



Tinggalkan Balasan