El Nino Ancam Lahan Pertanian Tangerang, Pemkab Siapkan 9,8 Ton Benih Pengganti

|

GUGAH – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan 9,8 ton benih pengganti untuk mengantisipasi dampak ancaman gagal panen (puso) akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap petani yang lahannya berpotensi mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah menyiapkan cadangan benih untuk membantu petani apabila terjadi gagal panen.

“Langkah-langkah yang dilakukan yakni menyiapkan 9,8 ton benih pengganti. Sebab ancaman puso telah merugikan petani,” ujar Taufik, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:  GP Ansor Kota Bekasi Desak Keadilan Bagi SMA/SMK/MA Swasta

Berdasarkan data pemerintah daerah, sedikitnya 43 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tangerang berpotensi mengalami puso. Lahan tersebut tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa yang terdampak kemarau ekstrem.

“Potensi puso atau gagal panen itu sekitar 43 hektare, tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa yang berada di Kabupaten Tangerang. Itu berdasarkan dari dinas pertanian,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Sahri, menyebut hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai gagal panen. Meski demikian, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Baca Juga:  Kapolres Baru Metro Bekasi Kota Komitmen Perkuat Sinergi, Siap Beradaptasi Dengan Kultur Masyarakat

Menurutnya, ancaman puso tidak hanya dipicu oleh minimnya curah hujan, tetapi juga dapat disebabkan serangan hama maupun penyakit tanaman.

“Ancaman gagal panen tidak hanya berasal dari kemarau. Hama dan penyakit tanaman juga perlu diwaspadai,” kata Sahri.

Untuk meminimalkan risiko kerugian petani, DPKP telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemanfaatan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai acuan jadwal tanam, penyuluhan kepada petani, hingga penyiagaan pompa air dan perbaikan saluran irigasi.

Baca Juga:  Sekda: Semangat Harkitnas Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

“Kami telah memetakan wilayah rawan kekeringan, memanfaatkan data BMKG untuk jadwal tanam dan melakukan sosialisasi. Kami juga menyiagakan pompa air, membersihkan saluran irigasi, serta menyiapkan bantuan benih jika terjadi puso,” ucap Sahri.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran