Mitra Bulog di Sumedang Pasok 40 Ton Beras per Hari

|

GUGAH – Penggilingan padi mitra Perum Bulog di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Saat ini, penggilingan tersebut rutin memasok sekitar 40 ton beras setiap hari ke Bulog dan menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga 100 ton per hari.

Pemilik CV Sarana Putra 2, Erik Herdiana, mengatakan kapasitas produksi akan terus ditingkatkan melalui penambahan fasilitas dan mesin penggilingan agar mampu menyerap lebih banyak gabah hasil panen petani.

“Saat ini kami rutin memasok sekitar 40 ton beras ke Bulog setiap hari. Ke depan kami berharap kapasitas produksi bisa meningkat menjadi 60 hingga 100 ton per hari,” ujar Erik, Senin (3/8/2026).

Baca Juga:  27 Aktivis Lintas Daerah Serukan Mosi Kebangsaan, Soroti Arah Demokrasi Indonesia

CV Sarana Putra 2 yang berlokasi di Desa Cilangkap, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, menjadi salah satu mitra Bulog dalam mengolah gabah hasil panen petani dari Kecamatan Ujungjaya, Buahdua, serta sejumlah wilayah lainnya di Sumedang.

Menurut Erik, peningkatan kapasitas produksi diharapkan dapat memperkuat penyerapan gabah petani sekaligus mendukung pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

Ia juga mengapresiasi inspeksi mendadak yang dilakukan Direktur Utama Perum Bulog. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan banyak masukan untuk meningkatkan kualitas produksi, mulai dari proses pengeringan gabah hingga mutu beras yang dihasilkan.

Baca Juga:  Bocah WN Australia Tewas Ditembak Polisi di Pakistan, Canberra Desak Penyelidikan Transparan

“Saya sangat senang. Arahan dari Pak Direktur menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan perusahaan dan mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan proses pengeringan gabah, penggilingan, hingga kualitas beras di fasilitas tersebut secara umum telah memenuhi standar beras medium yang ditetapkan Bulog.

“Hasil keringnya cukup baik, 12,8 kekeringannya. Kemudian penggilingannya dalam kondisi bersih, rapi, hasil gilingnya memenuhi syarat. Tadi saya koreksi tinggal baunya saja agar tidak terlalu apek,” ujarnya.

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Mendiktisaintek Tekankan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Inklusif

Rizal menegaskan, peningkatan kualitas beras dan kapasitas produksi mitra penggilingan merupakan langkah strategis untuk mendukung target penyerapan gabah dan beras nasional.

Hingga awal Agustus 2026, realisasi penyerapan Bulog telah mencapai sekitar 3,5 juta ton, atau sekitar 87 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton. Capaian tersebut diharapkan mampu memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga keberlanjutan program swasembada pangan nasional.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran