GUGAH – Rencana pengadaan ratusan ambulans untuk jaringan Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap realisasi. Yayasan Anugrah Nusantara Al Mubarokah (YANMU) menyatakan kesiapan menindaklanjuti usulan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, terkait hibah ambulans bagi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di berbagai daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan rombongan Rihlah Kemanusiaan YANMU di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (3/8/2026). Program ini diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan armada ambulans yang dapat diakses hingga tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 409 PCNU dan 29 Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang telah mengajukan permohonan hibah ambulans.
“Ada 409 yang sudah memesan untuk bisa mendapatkan ambulans ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan karena persiapannya memang sudah dari dulu, sudah sejak tahun lalu,” ujarnya.
Gus Yahya mengapresiasi kesediaan YANMU mendukung program tersebut. Menurutnya, penyaluran ambulans melalui struktur PCNU akan lebih mudah dipetakan dibandingkan jika didistribusikan langsung ke pesantren.
“Mudah-mudahan ini inisiatif yang besar dan penuh barokah. Karena memang landasan pemikiran dari inisiatif ini memang satu hal yang riil dibutuhkan oleh masyarakat,” terangnya.
Ia menilai keberadaan ambulans masih menjadi kebutuhan mendesak di banyak daerah. Meski fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit telah tersedia, akses transportasi bagi pasien menuju layanan kesehatan masih menjadi persoalan yang sering dihadapi masyarakat.
“Karena itulah inisiatif untuk menyediakan bantuan berupa ambulans ini sangat tepat, ya. Sebagai satu bentuk bantuan yang sifatnya kurang lebih bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” sambungnya.
Gus Yahya juga mengingatkan agar ambulans yang diterima tidak hanya menjadi aset organisasi, tetapi benar-benar dioperasikan di lokasi yang paling membutuhkan.
“Silakan ditempatkan di tempat yang paling membutuhkan, apakah di MWC atau di pesantren,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum YANMU Syahdhana Hardjo Baswara menegaskan pihaknya siap memenuhi usulan tersebut. Namun, proses distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di masing-masing daerah.
“Kita cek lagi tingkat kebutuhan dan peruntukannya agar pemberian ambulans nantinya benar-benar memberikan manfaat. Kita lakukan bertahap nantinya,” jelasnya.
Program hibah ambulans ini diharapkan memperkuat peran NU dalam pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis darurat.***



Tinggalkan Balasan