GUGAH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menerima gelar kebangsawanan Pangeran Notogamo dari Kesultanan Palembang Darussalam. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan pengabdiannya dalam memperkuat persatuan bangsa, moderasi beragama, serta nilai-nilai kebangsaan.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Sabtu (25/7/2026). Gelar disematkan langsung oleh Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja, disaksikan Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, keluarga besar Kesultanan Palembang Darussalam, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo menegaskan bahwa gelar kebangsawanan tidak diberikan secara seremonial semata, melainkan melalui proses penilaian yang mempertimbangkan rekam jejak, integritas, dan kontribusi penerimanya.
“Gelar ini tidak bisa sembarangan kami berikan, harus berdasarkan rekam jejak yang jelas,” kata Sultan.
Menurut Sultan, KH Yahya Cholil Staquf dinilai telah menunjukkan dedikasi yang konsisten dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Kiprahnya sebagai tokoh nasional dinilai turut memperkuat persatuan, mengembangkan moderasi beragama, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Penganugerahan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan Kesultanan Palembang Darussalam kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa dalam memajukan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Rangkaian prosesi adat diawali dengan pembacaan keputusan kesultanan, dilanjutkan penyematan atribut kebangsawanan, hingga penobatan resmi KH Yahya Cholil Staquf sebagai Pangeran Notogamo.
Menerima penghargaan tersebut, KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Kesultanan Palembang Darussalam atas kehormatan yang diberikan kepadanya.
Menurutnya, gelar kebangsawanan itu bukan sekadar penghormatan pribadi, melainkan amanah yang semakin menguatkan komitmennya untuk terus mengabdi kepada umat, menjaga persatuan bangsa, serta ikut merawat warisan budaya Nusantara sebagai bagian penting dari identitas nasional.***



Tinggalkan Balasan