Pariwisata Jawa Timur di Genjot Chusnunia Chalim: Kita Bicara Quality Tourism

|

GUGAH – Komisi VII DPR RI mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata Jawa Timur. Sinergi tersebut dibutuhkan agar pengembangan pariwisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga meningkatkan kualitas serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mengatakan konsep quality tourism perlu menjadi arah utama pengembangan pariwisata Jawa Timur. Menurutnya, peningkatan kualitas destinasi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“Hari ini kita bicara quality tourism, bukan hanya quantity. Kita tidak hanya mengejar jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga bagaimana kualitas pariwisatanya terus meningkat,” ujarnya usai Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga:  Kebakaran Besar Landa Pabrik Karet di Tanah Tinggi Tangerang, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Chusnunia menilai Jawa Timur memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari kuliner, budaya, hingga keindahan alam. Berbagai agenda berskala nasional dan internasional juga dinilai menjadi daya tarik yang perlu terus diperkuat.

Namun, menurutnya, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi kendala konektivitas dan infrastruktur. Akses menuju sejumlah destinasi wisata maupun lokasi penyelenggaraan kegiatan besar dinilai masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga:  Warga Panyindangan ‘Ngencleng’ Sewa Beko, Pemerintah Cuma Bisa Jawab ‘Nanti Disurvei’?

Karena itu, Komisi VII DPR RI mendorong pembukaan rute penerbangan langsung dari kota-kota utama menuju berbagai destinasi wisata Jawa Timur. Langkah tersebut diharapkan mempermudah mobilitas wisatawan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Selain konektivitas, Chusnunia juga menekankan pentingnya penyediaan amenitas yang memadai, seperti hotel dan fasilitas penunjang lainnya. Ketersediaan sarana tersebut dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan selama berkunjung.

Komisi VII DPR RI juga menyoroti rata-rata lama tinggal wisatawan di Jawa Timur yang masih sekitar satu setengah hari. Menurutnya, durasi tersebut perlu ditingkatkan agar dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin besar.

Baca Juga:  ABPEDNAS Subang Dikukuhkan, KDM Tekankan Pelestarian Lingkungan

“Kita dorong setidaknya bisa tiga hari, misalnya menghabiskan akhir pekan secara penuh. Supaya tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi kualitas pariwisata dan dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Chusnunia berharap penguatan konektivitas, penyediaan amenitas, serta pengelolaan destinasi yang terintegrasi dapat segera diwujudkan. Dengan begitu, Jawa Timur diharapkan semakin berdaya saing sebagai destinasi quality tourism di Indonesia.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran