Perjalanan Terakhir Seorang Ojol: Sempat Antar Penumpang, Meninggal Setelah Menepi

|

GUGAH – Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial BS (45) mengakhiri perjalanan hidupnya setelah diduga mengalami kelelahan usai menyelesaikan pesanan mengantar penumpang di Kota Sukabumi.

Korban ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Gang Rawasalak RT 01/06, Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian masyarakat setelah sebuah video yang memperlihatkan korban tergeletak di tepi jalan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2739 AAO milik korban berada di sampingnya dengan kerusakan pada bagian depan.

Ketua Komunitas Ojol Sukabumi, Hendra Mulyadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban baru saja menyelesaikan pesanan mengantar penumpang sebelum akhirnya terjatuh.

Baca Juga:  Tinjau SRMP 7 Sukabumi, Mensos Gus Ipul Targetkan Siswa Sekolah Rakyat Capai 400 Ribu pada 2030

“Informasinya diduga ojol yang kelelahan, sudah nganter penumpang jadi tiba-tiba terjatuh,” kata Hendra pada Senin (20/7/2026).

Kabar meninggalnya BS segera menyebar di kalangan pengemudi ojol. Sejumlah rekan sesama pengemudi kemudian berupaya mencari identitas korban melalui dokumen yang ditemukan di tubuhnya agar pihak keluarga dapat segera dihubungi.

Dari penelusuran tersebut diketahui korban tinggal di wilayah Baros, Kota Sukabumi. Meski berasal dari luar daerah, korban diketahui telah menetap di Sukabumi setelah menikah.

“Jadi memang berdasarkan keterangan dari temen ojol juga, setelah kejadian itu langsung ditelusuri sama rekan ojol berdasarkan identitas yang ada di tubuh korban, dan ternyata alamat korban itu di Baros. Aslinya memang bukan orang Sukabumi, tapi nikah sama orang Sukabumi, tinggalnya di Baros,” ujarnya.

Baca Juga:  GP Ansor Kota Cirebon Cetak Kader Pemimpin Masa Depan Lewat Pelatihan Kepemimpinan Dasar

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sempat membelokkan sepeda motornya menuju Gang Rawasalak. Namun, beberapa meter setelah memasuki jalan tersebut, ia tiba-tiba terjatuh hingga sepeda motornya mengalami kerusakan pada bagian sayap depan.

“Terkait motor itu rusak pada saat dia (korban) jatuh. Jadi kejadiannya dari saksi mata, almarhum itu pas belok mau ke Jalan Gang Rawasalak, nah beberapa meter dari Gang Rawasalak dia terjatuh. Mungkin itu akibatnya motor rusak atau pecah sayap depannya,” jelas dia.

Warga yang berada di sekitar lokasi bersama sejumlah pengemudi ojol berupaya memberikan pertolongan. Namun saat diperiksa, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Baca Juga:  Kampung Adat Cipta Mulya di Sukabumi Dilalap Api, 70 Rumah Ludes dan 420 Warga Mengungsi

“Pada saat terjatuh ditolong dan dicek denyut nadi dan nafasnya ternyata sudah meninggal, jadi bukan kecelakaan atau tindakan kriminal,” tambahnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas kepolisian ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa di balik layanan transportasi daring yang dinikmati masyarakat, para pengemudi kerap bekerja dalam durasi panjang demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Meski dugaan penyebab meninggalnya korban mengarah pada kelelahan berdasarkan informasi awal, penyebab pasti kematian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan resmi dari pihak berwenang.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran