GUGAH – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, akhirnya memberikan tanggapan terkait isu yang berkembang mengenai keberadaan personel TNI saat penggeledahan di rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Jakarta.
Dudung menegaskan bahwa penjelasan resmi mengenai persoalan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Panglima TNI. Meski demikian, sebagai mantan prajurit, ia meyakini seluruh anggota TNI tetap berpegang teguh pada jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional.
Pernyataan itu disampaikan Dudung usai menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) periode 2026–2032 sekaligus peluncuran Satgas Nasional Asta Cita di Lapang Alun-alun Pasanggrahan Padjadjaran, Purwakarta, Senin (13/7/2026).
“Memang ini ranahnya Panglima TNI, beliau yang berhak menjawab. Tapi saya sebagai mantan prajurit meyakini bahwa TNI tetap berpegang pada jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” kata Dudung.
Menurut Dudung, jati diri tersebut menjadi landasan bagi setiap prajurit dalam menjalankan tugas negara. Sebagai tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
Ia menjelaskan, sebagai tentara pejuang dan tentara nasional, prajurit TNI memiliki tanggung jawab menjaga kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan kelompok maupun individu. Sementara sebagai tentara profesional, setiap prajurit dibekali pendidikan dan pelatihan untuk menjalankan tugas pertahanan negara secara profesional serta tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis.
Dudung juga menyatakan keyakinannya bahwa seluruh prajurit TNI tetap fokus pada tugas utama menjaga kedaulatan negara dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Saya yakin prajurit TNI tidak memiliki kepentingan selain menjaga kedaulatan negara dan melindungi rakyat,” ujarnya.
Pada akhir keterangannya, Dudung mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jangan pernah melukai rakyat. Kepentingan utama kita adalah rakyat,” tegasnya.***



Tinggalkan Balasan