JATMAN Garut Perkuat Struktur dan Layanan Sosial di Selaawi

|

GUGAH – Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Garut memperkuat konsolidasi pengamal tarekat melalui Halaqah Thariqah wilayah Garut Utara di Pondok Pesantren Al-Ghoniyyah, Kecamatan Selaawi, Ahad (12/7/2026). Forum tersebut menggabungkan kajian sanad keilmuan, penguatan struktur organisasi, dan penyaluran santunan bagi anak yatim di sekitar pesantren.

Para kiai, pengurus, dan pengamal tarekat mu’tabarah dari sejumlah wilayah mengikuti kegiatan sejak rangkaian pembukaan. Santriyah Al-Ghoniyyah mengawali acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, kemudian memandu lagu Indonesia Raya serta Syubbanul Wathan.

KH. Ii Sopandi memimpin tawasul yang diikuti para jamaah dengan khusyuk sebelum memasuki agenda utama. Rangkaian itu menegaskan karakter halaqah sebagai forum yang menghubungkan tradisi spiritual, wawasan kebangsaan, dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga:  PCNU Garut Awali Pembangunan Lanjutan Gedung, Ditargetkan Jadi Pusat Pelayanan

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ghoniyyah, KH. Rd. Jujun Junaedi, menyambut kehadiran para ulama dan pengamal tarekat dari kawasan Garut Utara. Ia juga menjelaskan perjalanan pesantren yang berdiri sejak 1994 serta komitmennya melanjutkan bimbingan spiritual dan sanad ketarekatan yang diwariskan keluarganya.

Kehadiran unsur Kecamatan Selaawi memperlihatkan dukungan pemerintah setempat terhadap kegiatan keagamaan tersebut. Sinergi ulama, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kehidupan sosial yang rukun serta memperluas manfaat pesantren bagi warga.

JATMAN Garut kemudian menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang tinggal di lingkungan sekitar Pondok Pesantren Al-Ghoniyyah. Aksi tersebut membawa pesan bahwa pengamalan tarekat tidak berhenti pada peningkatan kualitas spiritual pribadi, tetapi harus melahirkan kepedulian dan kemaslahatan sosial.

Agenda dilanjutkan dengan pembacaan manakib para imam tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dan Syadziliyah. KH. Anas Nasrudin membacakan manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dari Kitab Tafrikhul Khatir, sedangkan KA. Abdul Fatah memimpin pembacaan manakib Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili.

Baca Juga:  Jalan Cimuntuk – Malangnengah Akhirnya Diperbaiki, Warga Nikmati Akses Lebih Nyaman

Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Garut, KH. Deden Rahmat Aonillah, mengisi sesi khidmah ilmiah dengan membahas sejarah dan perkembangan tarekat di Jawa Barat. Ia juga menguraikan dasar-dasar bertarekat serta pentingnya sanad dan bimbingan mursyid dalam menjaga ketepatan pemahaman maupun pengamalan tasawuf.

Menurut KH. Deden, JATMAN perlu hadir sebagai wadah yang menghimpun pengamal tarekat mu’tabarah agar pembinaan berjalan terarah dan terkoordinasi. Penguatan tersebut juga diharapkan memperluas syiar tasawuf yang moderat, berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  1.200 Warga Padati Pelantikan Pengurus NU dan Muslimat NU Ciwangi, Perkuat Khidmah hingga Tingkat Desa

JATMAN Garut menilai masih terdapat pengamal tarekat di sejumlah wilayah yang belum terhubung secara optimal dengan struktur organisasi. Karena itu, konsolidasi tingkat kecamatan menjadi salah satu agenda penting untuk memperkuat komunikasi, pembinaan jamaah, dan pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Forum tersebut juga merumuskan sejumlah langkah strategis untuk memperluas khidmah organisasi di Kabupaten Garut. Penguatan kelembagaan diarahkan agar JATMAN semakin aktif dalam bidang dakwah, pendidikan spiritual, kepedulian sosial, serta pembinaan warga Nahdliyin.

Pada penghujung kegiatan, panitia menyerahkan Surat Keputusan kepada jajaran Idarah Ghusniyyah atau kepengurusan JATMAN tingkat kecamatan yang telah dilantik. Penataan struktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi gerakan tarekat yang lebih tertib, inklusif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat Garut. *

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran