Membangun Kepercayaan: Pentingnya Keterbukaan Komunikasi Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

|

CIAMIS – Kabupaten Ciamis tengah dihadapkan pada persoalan serius terkait keselamatan anak di lingkungan pendidikan. Bupati Ciamis, Herdiat, menegaskan bahwa kasus kekerasan, pelecehan seksual, serta perundungan atau bullying masih terjadi dengan angka yang cukup tinggi dan memprihatinkan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Herdiat saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di halaman Pendopo Ciamis, Sabtu (2/5/2026).

Dalam sambutannya, Herdiat mengungkapkan bahwa fenomena buruk ini tidak hanya terjadi di satu institusi saja, melainkan telah menyebar di sejumlah sekolah, baik yang berstatus negeri maupun swasta.

Baca Juga:  GP Ansor Karawang Ultimatum Pemkab dan Polisi: Usut Tuntas Dugaan Pesta Gay di THM

Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena menyangkut masa depan generasi muda yang harusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Lebih jauh, Bupati menekankan bahwa tanggung jawab untuk melindungi anak tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak sekolah atau guru semata. Perlindungan terhadap anak adalah tugas dan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  KH. Aceng Mimar Hidayatullah: Sang Mursyid Penjaga Tradisi Intelektual dan Penggerak Nahdliyin Garut

Mulai dari orang tua, para sesepuh, tokoh agama, hingga masyarakat luas, semua memiliki peran yang sama pentingnya untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan.

“Seluruh elemen harus berperan aktif untuk mengindari kekerasan fisik, pelecehan seksual, maupun tindakan bullying pada anak. Jaga anak-anak kita, lawan kekerasan dan pelecehan serta bullying pada anak,” kata Herdiat.

Baca Juga:  Hanya 7 Persen Telur Ayam Peternak Ciamis Terserap Dapur MBG

Selain mengajak seluruh pihak untuk bersatu, Herdiat juga menyoroti pentingnya membangun hubungan komunikasi yang baik. Keterbukaan antara orang tua, guru, dan anak menjadi kunci utama dalam deteksi dini dan pencegahan.

Anak-anak harus dibiasakan dan dibuat nyaman untuk bercerita atau mencurahkan isi hati, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka tidak ragu untuk melaporkannya segera sebelum masalah menjadi lebih besar.*

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran