Bandara Husein Segera Aktif, Pemkot Bandung Percepat Penataan Infrastruktur Pendukung

|

GUGAH – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penataan infrastruktur pendukung menjelang kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara. Berbagai fasilitas disiapkan untuk memastikan operasional bandara berjalan lancar sekaligus memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Fokus penataan meliputi perbaikan akses jalan menuju bandara, pemasangan dan peningkatan penerangan jalan umum (PJU), serta penataan area parkir. Seluruh pekerjaan dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini Pemkot Bandung memprioritaskan kesiapan infrastruktur agar reaktivasi Bandara Husein dapat berjalan optimal.

“Bandara Husein saat ini kami fokus pada penyiapan infrastruktur dan sarana-prasarana pendukung, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum, hingga fasilitas parkir. Itu yang saat ini terus kami koordinasikan,” kata Farhan, Jumat (26/6).

Baca Juga:  Jelang Muktamar ke-35, Kader NU Jabar Hidupkan Tradisi Diskusi dan Dialektika Pemikiran

Pada tahap awal operasional, jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang per hari selama periode Juli hingga September 2026. Angka tersebut dinilai masih ideal karena berada di bawah kapasitas maksimal bandara saat beroperasi penuh.

“Kami bergerak dengan asumsi jumlah penumpang pada tahap pertama ini sekitar 3.000 penumpang per hari. Jadi bebannya belum terlalu berat meskipun pada masa jayanya Bandara Husein mampu melayani 10.000 hingga 12.000 penumpang setiap hari,” ujarnya.

Selain menyiapkan infrastruktur darat, Pemkot Bandung juga mendukung kesiapan operasional penerbangan. Farhan berharap mulai Agustus 2026 Bandara Husein sudah dapat melayani pesawat berbadan sedang, seperti Boeing 737-500 dan Airbus A320, di samping pesawat berukuran lebih kecil maupun private jet.

Baca Juga:  BAZNAS Lampung Tengah Pelajari Strategi Pengelolaan Zakat di Ciamis, Siap Tiru Model UPZ Desa

“Harapannya Agustus nanti sudah ada pesawat jet yang beroperasi, seperti Boeing 737-500 atau Airbus A320. Itu kapasitas maksimum yang direncanakan sementara pesawat yang lebih kecil maupun private jet tentu tetap bisa beroperasi,” harapnya.

Menurut Farhan, aktifnya kembali Bandara Husein diyakini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Bandung, khususnya melalui sektor transportasi dan pergudangan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Sebagai kota jasa, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata, Bandung membutuhkan sistem transportasi yang memiliki konektivitas kuat guna mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas dunia usaha.

Baca Juga:  Mahasiswa ITB yang Tersesat di Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Operasi SAR Resmi Ditutup

“Kami berharap sektor transportasi dan pergudangan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Kita membutuhkan motor-motor penggerak ekonomi baru agar ekonomi kota terus tumbuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, reaktivasi Bandara Husein juga akan meningkatkan daya saing Kota Bandung sebagai tujuan investasi, bisnis, dan wisata, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor jasa.

Di akhir keterangannya, Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur Jawa Barat, jajaran TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Angkasa Pura atas komitmen dan dukungan yang luar biasa dalam menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara,” tuturnya.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran