GUGAH – Alim terpilih sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Medansatria periode 2026–2031 dalam pemilihan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Senin (22/6/2026). Usai terpilih, ia menegaskan komitmennya untuk mendorong tata kelola sampah yang lebih baik sebagai salah satu program prioritas LPM ke depan.
Menurut Alim, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang dihadapi Kota Bekasi. Di tengah meningkatnya volume sampah dan beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang semakin besar, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi. Karena itu, kami ingin mendorong tata kelola sampah yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujar Alim.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong kemandirian ekonomi warga. Melalui pemilahan sampah dari sumbernya, penguatan bank sampah, hingga pengembangan usaha berbasis daur ulang, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting mengingat persoalan sampah di Kota Bekasi tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan tempat pembuangan akhir. Upaya pengurangan sampah sejak dari lingkungan masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah strategis yang harus diperkuat.
“Harapan kami, sampah tidak lagi dipandang semata sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang pemberdayaan. Ketika masyarakat terlibat aktif dalam pengelolaannya, lingkungan menjadi lebih bersih, kesehatan meningkat, dan pada saat yang sama dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” katanya.
Alim menambahkan, LPM Medansatria akan membangun kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat untuk mengembangkan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung kepada warga.
Di tengah kondisi Kota Bekasi yang menghadapi tantangan darurat sampah dan tingginya ketergantungan terhadap TPST Bantargebang, ia berharap Medansatria dapat menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. ***



Tinggalkan Balasan