Bank Subang Sumbang PAD Rp8 Miliar, Pemkab Subang Kaji Peluang Pengelolaan Gaji ASN

|

GUGAH – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor perbankan milik Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, Bank Subang berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp8 miliar, menjadikannya salah satu kontributor terbesar dari sektor BUMD.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Subang, Khairil Syahdu Mukhtar, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator semakin kuatnya peran Bank Subang dalam mendukung perekonomian daerah.

“Memang PAD dari salah satu perbankan yang sahamnya dimiliki Pemkab Subang ini paling tinggi, mencapai Rp8 miliar,” ujar Khairil.

Baca Juga:  Viral! RT dan RW di Bekasi Bersumpah di Atas Al-Qur’an Dukung Kades Petahana, DPRD Angkat Bicara

Besarnya kontribusi tersebut turut memunculkan berbagai pembahasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang mengenai strategi penguatan Bank Subang ke depan. Salah satu wacana yang sempat mengemuka ialah kemungkinan pengalihan pengelolaan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Bank BJB ke Bank Subang.

Saat ini, pembayaran gaji ASN di lingkungan Pemkab Subang masih dilakukan melalui Bank BJB.

Khairil menjelaskan, jika dibandingkan dari sisi dividen, kontribusi Bank Subang memang lebih besar daripada Bank BJB. Namun, menurutnya, hal itu juga dipengaruhi oleh besarnya porsi kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Subang di masing-masing bank.

Baca Juga:  Saat PAD Jeblok dan Defisit Mengintai, Pemerintah Malah Sibuk Urus Pengantin?

“Kalau BJB, dividen yang kita peroleh sekitar Rp5 miliar. Namun karena saham milik Pemkab Subang di BJB relatif sedikit, dividen sebesar itu juga sudah cukup besar,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa wacana pengalihan pembayaran gaji ASN ke Bank Subang masih sebatas pembahasan awal dan belum menjadi keputusan pemerintah daerah.

“Memang sudah ada daerah lain yang sistem pembayaran gaji ASN-nya menggunakan bank daerah. Namun untuk Subang, hal itu tentu harus melalui berbagai pertimbangan dan pada akhirnya dikembalikan kepada pimpinan kami, Pak Bupati,” katanya.

Baca Juga:  Sedekah Bumi Jatimurni Hidupkan Tradisi, Camat Pondok Melati Dorong Generasi Muda Menjaga Budaya

Menurut Khairil, kebijakan tersebut memerlukan kajian yang komprehensif karena tidak hanya berkaitan dengan aspek perbankan, tetapi juga kesiapan sistem, regulasi, serta kualitas pelayanan kepada ribuan ASN di Kabupaten Subang.

Dengan kinerja yang terus menunjukkan peningkatan, Bank Subang diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan daerah yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sekaligus menjadi salah satu sumber PAD strategis bagi Pemerintah Kabupaten Subang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran