GUGAH – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi sejumlah perguruan tinggi di Bandung, seperti Unpad, UPI, Unpar dan Unikom menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Bandung.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut memadati ruas jalan di depan gerbang utama gedung legislatif.
Para mahasiswa tampak duduk melingkar di atas aspal sambil membentangkan berbagai spanduk dan poster berisi kritik serta tuntutan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian melalui pengeras suara, massa aksi menyoroti berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah kondisi perekonomian nasional yang dinilai tengah menghadapi tekanan.
Mahasiswa menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Selain itu, mereka juga mengkritisi sejumlah kebijakan yang dianggap berpotensi membebani rakyat, termasuk wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut mereka, kebijakan tersebut dapat memberikan dampak berantai terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.
Tak hanya isu ekonomi, mahasiswa juga menyoroti aspek hukum dan reformasi birokrasi.
Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan penolakan dan kritik terhadap sejumlah pasal dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.
Melalui aksi tersebut, para mahasiswa mendesak pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penyusunan kebijakan publik.***



Tinggalkan Balasan