Kado Hari Jadi Bogor ke-544, Emak-emak Turun Tambal Jalan yang Dilupakan

|

GUGAH – Di tengah perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, memberikan “kado” yang tak biasa kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Bukan karangan bunga atau ucapan selamat, melainkan aksi nyata menambal jalan rusak yang selama bertahun-tahun tak kunjung mendapat perhatian.

Puluhan emak-emak bersama warga turun langsung mengurug lubang-lubang di Jalan Raya Cicangkal-Legok, Rabu (3/6/2026). Jalan kabupaten yang menjadi akses utama penghubung Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, dengan Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, itu diketahui mengalami kerusakan parah sepanjang kurang lebih 500 meter.

Dengan alat dan material seadanya, warga berusaha membuat jalan lebih aman dilalui. Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk sindiran halus terhadap pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga:  Warga Bogor Menjerit: Bukan Lingkungan yang Diselamatkan, Tapi Hidup Kami yang Dihancurkan

“Ini mungkin kado dari warga untuk Hari Jadi Bogor. Kami ingin mengingatkan bahwa masih ada jalan rusak yang menunggu perhatian pemerintah,” kata Koordinator Forum Masyarakat Desa (FMD) Sukamulya, Junaedi.

Ironisnya, kerusakan justru terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor. Di sisi Kabupaten Tangerang, kondisi jalan sudah terbangun dengan baik dan nyaman dilalui. Sebaliknya, begitu memasuki wilayah Bogor, pengendara harus berhadapan dengan jalan berlubang dan rusak yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Menurut Junaedi, masyarakat sebenarnya telah lama memperjuangkan pembangunan ruas jalan tersebut. Sejak 2022, usulan perbaikan disampaikan melalui berbagai forum, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rumpin hingga surat resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Persigar Siap Tempur di Liga 4 Nasional, Bupati Garut Lepas 32 Pemain ke Pasuruan

Namun hingga Hari Jadi Bogor ke-544 diperingati, belum ada kepastian kapan jalan tersebut akan diperbaiki.

“Sudah berkali-kali kami mengusulkan. Jalan ini bukan jalan lingkungan biasa, tetapi jalan penghubung dua kabupaten sekaligus perbatasan dua provinsi. Sampai sekarang masyarakat masih menunggu realisasi pembangunan,” ujarnya.

Selain melakukan pengurugan jalan, warga juga menggelar doa dan refleksi bersama. Mereka berharap bertambahnya usia Kabupaten Bogor menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama infrastruktur dasar yang menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi warga.

Baca Juga:  Konsep MASAGI Ditawarkan, Ari Awaludin Siap Goyang KNPI Palabuhanratu

Bagi masyarakat Sukamulya, jalan perbatasan bukan sekadar sarana transportasi. Jalan tersebut merupakan wajah pertama yang dilihat setiap orang yang masuk ke Kabupaten Bogor.

“Kalau sebuah daerah diibaratkan rumah, maka jalan perbatasan adalah halaman depannya. Kondisi halaman depan itulah yang akan dinilai orang,” tutur Junaedi.

Di usia ke-544 tahun, warga berharap Kabupaten Bogor tidak hanya bertambah tua secara angka, tetapi juga semakin dewasa dalam mendengar dan menjawab kebutuhan rakyatnya.

Sebab bagi warga Sukamulya, kado terbaik di Hari Jadi Bogor bukanlah pesta dan seremoni, melainkan jalan yang layak dilalui tanpa rasa khawatir setiap hari.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran