GUGAH – Tekanan besar kembali menghantam pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 3 persen pada perdagangan Rabu (3/6/2026) pagi dan terperosok ke level psikologis 6.000.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 10.25 WIB, IHSG berada di level 6.016,14, merosot 179,29 poin atau 2,89 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.195,43.
Sejak pembukaan perdagangan, tekanan jual langsung mendominasi pasar. IHSG dibuka di level 6.207,10 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.213,80 sebelum akhirnya bergerak turun tajam hingga menyentuh level terendah harian di kisaran 6.014.
Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang sebelumnya juga terjadi di pasar keuangan domestik, seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Pelaku pasar terlihat melakukan aksi jual di berbagai sektor, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global dan arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang.
Jika tekanan berlanjut hingga penutupan perdagangan, IHSG berpotensi mencatatkan salah satu koreksi harian terdalam sepanjang tahun 2026.



Tinggalkan Balasan