GUGAH – Minggu (31/5/2026) menjadi penanda berakhirnya bulan Mei yang sarat dengan berbagai momentum nasional. Selama sebulan terakhir, masyarakat memperingati sejumlah hari penting, mulai dari Hari Buruh Internasional, Hari Pendidikan Nasional, Hari Buku Nasional, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Hari Peringatan Reformasi, hingga Hari Raya Iduladha dan Waisak.
Selain berbagai peringatan nasional tersebut, sejumlah isu lokal juga menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Selatan. Di antaranya adalah upaya mencari solusi atas permasalahan distribusi BBM bersubsidi serta peringatan Tragedi Jumat Kelabu.
Sekretaris GP Ansor Wilayah Kalimantan Selatan, M. Ramli Jauhari, mengapresiasi situasi daerah yang tetap aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan dan peristiwa yang berlangsung sepanjang Mei 2026.
“Kita patut bersyukur karena seluruh peringatan maupun peristiwa di bulan Mei yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan berjalan dengan aman dan kondusif,” ungkap Ramli.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap berbagai isu ekonomi yang berpotensi menimbulkan gejolak akibat dinamika global. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah dalam menyiapkan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan tersebut.
“Namun demikian, selain isu sosial, isu-isu seputar ekonomi patut menjadi perhatian kita dengan bersikap tenang dan percaya sepenuhnya dengan skema dan langkah yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Ramli juga menyoroti upaya pemberantasan korupsi yang terus dilakukan aparat penegak hukum. Ia menilai masyarakat perlu memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kinerja aparat dalam menangani berbagai kasus korupsi.
“Kemudian untuk isu terkait pemberantasan korupsi, kita selayaknya mendukung dan mengapresiasi atas kinerja dari Aparat Penegak Hukum yang telah bekerja dengan baik, sekalipun belum optimal dan signifikan,” kata Ramli.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Sudah sepantasnya juga kita meningkatkan kesadaran atas bahaya praktik korupsi, serta mencegah dampak kerusakan yang lain akibat perilaku tersebut,” tutup Ramli.***


Tinggalkan Balasan