Simbol Sakral Mahkota Binokasih Tiba di Kota Kembang, Ribuan Pasang Mata Kepung Puncak Kirab Budaya

|

BANDUNG – Kota Bandung resmi menjadi saksi bisu kemegahan puncak perayaan kebudayaan Sunda yang berlangsung sangat kolosal.

Setelah melintasi rute spiritual panjang, Mahkota Binokasih akhirnya mendarat di Kota Kembang pada puncak acara Kirab Budaya Hari ke-9.

Pesta rakyat ini mengusung tajuk utama “Mahkota Ajeg Ki Sunda di Kota Bandung” untuk memperkokoh identitas lokal.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkot Bandung mendesain acara akbar ini hingga menyedot perhatian ribuan pasang mata.

Jalanan protokol Kota Bandung seketika menjelma menjadi panggung budaya raksasa yang menampilkan mahakarya seni terbaik nusantara.

Baca Juga:  Libur Panjang di Bandung, Hindari Penutupan Jalan Kirab Mahkota Binokasih Besok Malam

Warga lokal, wisatawan domestik, hingga pelancong mancanegara tampak menyemut di sepanjang jalur perlintasan kirab adat tersebut.

Bertindak sebagai tuan rumah, Kota Bandung menyajikan penampilan istimewa Ulin Barong Sekeloa untuk menyapa para pengunjung.

Kesenian legendaris dari kawasan Sekeloa ini terbukti sukses membius penonton lewat gerakan tari barong berkarakter sangat kuat.

Alunan musik tradisional yang magis berpadu apik dengan atraksi ketangkasan pencak silat yang dinamis di aspal jalanan.

Baca Juga:  Mengingat Kembali Peringatan Faisal Basri, Rupiah Sudah Tembus Rp18.000

Parade budaya ini semakin meriah dengan unjuk gigi 27 Kesenian Khas Daerah dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Penampilan alat pertanian tradisional Rengkong dari Sukabumi serta prosesi adat Ngarak Cai dari Cimahi berhasil menyita perhatian.

Tak kalah memukau, Kabupaten Cirebon turut mengirimkan kesenian akrobatik-mistis Buroq yang membuat penonton berdecak kagum.

Menariknya, momentum puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ini juga menjadi ruang diplomasi budaya berskala nasional.

Berbagai kontingen kesenian dari luar daerah ikut melantai memberikan penghormatan khusus pada hari jadi tatar Sunda ini.

Baca Juga:  BEM STIES Mitra Karya Soroti Proyek Volly Pasir Milik Disperkimtan Kota Bekasi

Ibu kota mengirimkan ikon Ondel-Ondel, disusul gemuruh Rampak Bedug Banten, serta eksotisme Reog Ponorogo asal Jawa Timur.

Penampilan magis Tari Ratoh Jaroe dari Aceh dan Tarian Nada Aksara dari Bali ikut menghentak panggung utama.

Kehadiran berbagai kesenian nusantara ini mempertegas pesan persatuan dalam bingkai kebhinekaan yang utuh di tanah Pasundan.

Panitia mengunci parade budaya ini dengan sebuah semboyan penuh khidmat yang menggema ke seantero kota: “Nyuhun Buhun, Nata Nagara”.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran