Kali Bekasi Meluap, Ratusan Rumah di Empat Kelurahan Terendam Banjir Kiriman

BEKASI — Ratusan rumah warga di empat kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan Kota Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir akibat luapan Kali Bekasi pada Selasa (5/5/2026) dini hari. Banjir yang dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu Bogor ini mengakibatkan kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) yang signifikan setelah Kali Bekasi menerima limpasan dari titik pertemuan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi (P2C).

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Gang Mawar Enam, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter. Selain itu, BPBD Kota Bekasi mencatat wilayah terdampak lainnya meliputi Kampung Lebak di Bekasi Utara dengan ketinggian hingga 150 sentimeter yang berdampak pada 150 kepala keluarga (KK), serta Kampung Lengkak di Bekasi Jaya yang terendam setinggi 100 sentimeter. Di wilayah Jatiasih, genangan terpantau di Vila Jatirasa meski dengan tren ketinggian yang lebih rendah.

Baca Juga:  Membangun Kepercayaan: Pentingnya Keterbukaan Komunikasi Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Air mulai memasuki permukiman sejak Senin (4/5/2026) pukul 21.00 WIB menyusul kenaikan debit di titik hulu. Pihak BPBD dan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) sebelumnya telah memberikan peringatan dini kepada warga. Meskipun TMA di P2C sempat menyentuh angka 535 sentimeter pada tengah malam, tren air mulai berangsur menurun menjadi 361 sentimeter pada pukul 06.00 WIB pagi.

Baca Juga:  English Time Championship 2026 Sukses Lahirkan Generasi Muda Berdaya Saing Global di Purwakarta

“Ini banjir kiriman dari Bogor. Ini jadi repot kalau banjir begini,” ujar Asep, warga Gang Mawar Enam yang terdampak banjir untuk ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir.

Petugas BPBD Kota Bekasi bersama TNI dan relawan telah disiagakan di lokasi untuk membantu evakuasi menggunakan perahu karet, terutama di titik-titik krusial yang memiliki kedalaman ekstrem. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Wisnu Subroto, mengimbau masyarakat di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan meski saat ini tren di hulu dilaporkan telah kembali normal.***

Baca Juga:  LKPJ Bupati Purwakarta 2025: DPRD Diuji, Jadi Instrumen Koreksi atau Sekadar Tukang Stempel?

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran