Ketua KNPI Kota Sukabumi Bekali Mahasiswa Baru: Kepemimpinan Dimulai dari Tanggung Jawab, Bukan Jabatan

|

GUGAH – Dunia kampus bukan sekadar tempat memburu nilai dan gelar. Mahasiswa baru STISIP Syamsul Ulum Sukabumi justru ditantang untuk mulai menempa diri sejak dini sebagai calon pemimpin yang mampu membaca perubahan, berpikir kritis, melahirkan gagasan, dan berani mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan mendalam itu disampaikan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi Masa Bakti 2026–2029, Dr. Sudar Fauzi, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STISIP Syamsul ’Ulum Sukabumi, Kamis (11/9/2026).

Mengusung tema “Kepemimpinan Inovatif, Visioner, Kritis, dan Adaptif”, Sudar menilai generasi muda kini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), media sosial, banjir informasi, hingga perubahan lanskap dunia kerja menuntut kesiapan mental dan kepekaan yang luar biasa.

Baca Juga:  KNPI Tangsel Kritik Kinerja Dispora: Tak Dukung Organisasi Kepemudaan, Minta Inspektorat Audit Retribusi Fasilitas Olahraga

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka harus mampu berpikir kritis, berani berinovasi, memiliki visi, dan adaptif menghadapi perubahan,” ujar Sudar.

Ia menegaskan bahwa kemampuan akademik semata tidak lagi menjamin kesiapan menghadapi masa depan. Diperlukan karakter yang kuat, kemampuan membaca situasi, serta keberanian untuk menentukan arah di tengah ketidakpastian.

Sudar juga menegaskan pandangan yang sering disalahpahami banyak orang: kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan atau posisi dalam organisasi. Kepemimpinan sejati justru dimulai dari hal-hal sederhana — kemampuan mengendalikan diri, berani mengambil tanggung jawab, berinisiatif, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Sapi Kurban Prabowo di Sukabumi Tembus 1,1 Ton, Hasil Peliharaan Peternak Lokal

“Jangan menunggu menjadi ketua untuk mulai menjadi pemimpin. Kepemimpinan dimulai dari keberanian mengambil tanggung jawab dan memberikan teladan,” tegasnya.

Di tengah gempuran teknologi AI yang semakin canggih, Sudar memberikan peringatan penting kepada para mahasiswa baru. Ia mengingatkan agar tidak terjebak ketergantungan yang justru melumpuhkan kemampuan berpikir kritis.

“Gunakan AI untuk memperkuat pikiran, bukan menggantikan pikiran. Teknologi boleh semakin pintar, tetapi manusia harus tetap mampu berpikir, menilai, dan mengambil keputusan,” katanya.

Menurutnya, kecerdasan buatan bisa membantu mempercepat pekerjaan, tetapi nilai kemanusiaan, kebijaksanaan, dan kepedulian sosial tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.

Baca Juga:  KNPI Garut Soroti Rencana Regulasi Obat Keras: Setuju, Tapi Harus Disertai Implementasi Nyata

Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Sukabumi itu berharap masa perkuliahan dimanfaatkan bukan hanya untuk mengisi daftar nilai, melainkan juga untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk aktif memperluas wawasan, menciptakan gagasan dan inovasi, serta berani mengambil peran dalam lingkungan sosial.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang sibuk menjalani hari. Jadilah mahasiswa yang sedang membangun masa depan. Mulailah dari sekarang untuk memimpin diri, memperluas wawasan, menciptakan inovasi, dan memberikan manfaat,” pungkas Sudar.*

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran