GUGAH – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa khidmah 2026–2031.
Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Ranting Nahdlatul Ulama (Musran NU) yang digelar pada Ahad (13/9/2026) di Aula Kampus SMK Ma’arif NU Pangandaran.
Dalam musyawarah tersebut, Gus Arief Rahman Hakim dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Sidomulyo, sementara jabatan Rais Syuriyah diamanahkan kepada Kyai M Zuhdi.
Musran berlangsung khidmat dan demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat sebagai tradisi pengambilan keputusan dalam organisasi Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah PRNU Sidomulyo demisioner, Gus Imam Ibnu Hajar, yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Pangandaran terpilih, mengapresiasi pelaksanaan Musran yang berjalan tertib dan penuh kebersamaan.
Menurutnya, Musran tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan konsolidasi organisasi untuk memastikan keberlanjutan khidmah NU di tingkat ranting.
“Musran ini bukan sekadar memilih pengurus, tetapi menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi agar NU ranting semakin kuat dalam menjalankan khidmah keagamaan dan sosial,” ujar Gus Imam.
Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan perjuangan NU dengan semangat keikhlasan dan kebersamaan. Menurutnya, tantangan kehidupan umat yang semakin kompleks menuntut NU di tingkat ranting untuk hadir secara aktif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kepengurusan baru harus siap melayani umat, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat,” tegasnya.
Gus Imam juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara PRNU Sidomulyo dengan MWCNU Pangandaran. Menurutnya, koordinasi yang kuat antara ranting dan majelis wakil cabang menjadi salah satu kunci agar program organisasi dapat berjalan selaras, terarah, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Pangandaran, Kyai Ahmad Aziz Masykur, menyampaikan bahwa terpilihnya Gus Arief Rahman Hakim sebagai Ketua Tanfidziyah dan Kyai M Zuhdi sebagai Rais Syuriyah merupakan hasil musyawarah yang mencerminkan kepercayaan jamaah kepada kader-kader NU yang telah lama berkhidmah.
“Beliau-beliau yang terpilih adalah kader NU yang telah lama berkhidmah. Kami optimis NU Ranting Sidomulyo akan semakin hidup dan dinamis,” ungkap Kyai Aziz.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa PRNU Sidomulyo semakin dekat dengan kebutuhan jamaah dan masyarakat, sekaligus memperkuat peran NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
Kyai Aziz menambahkan, setelah seluruh rangkaian Musran selesai dilaksanakan, tahapan selanjutnya adalah proses pengajuan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada tingkat organisasi di atasnya.
“Setelah seluruh Musran selesai, tahapan berikutnya adalah pengajuan SK kepengurusan ke tingkat atas. Ini menjadi langkah administratif yang penting agar roda organisasi berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, PRNU Sidomulyo diharapkan mampu melanjutkan estafet khidmah sekaligus memperkuat konsolidasi jamaah dan jam’iyah di tingkat ranting.
Kepengurusan masa khidmah 2026–2031 juga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader muda NU untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab kebutuhan masyarakat, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
***



Tinggalkan Balasan