Lapas Garut Petakan Potensi Kopi Talaga Bodas, Perkuat Jejaring Petani

|

GUGAH – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut melakukan survei kebun kopi di Blok Lebak Gede, kawasan Talaga Bodas, Kabupaten Garut, Selasa (8/9/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dengan petani lokal sekaligus melihat potensi pengembangan bahan baku kopi yang dapat mendukung produksi dan pengembangan usaha kopi Lapas Garut.

Kegiatan itu mempertemukan sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kopi, mulai dari petani hingga pelaku usaha kopi. Dari pertemuan tersebut muncul gagasan untuk memperbanyak silaturahmi dan membangun komunikasi secara berkelanjutan agar terbentuk komunitas pegiat kopi yang produktif serta mampu mendorong lahirnya produk kopi dengan karakter khas Talaga Bodas.

Dalam diskusi bersama petani, perhatian juga diarahkan pada proses pemanenan yang selama ini menjadi salah satu titik penting dalam menentukan mutu kopi. Petani didorong memahami bahwa karakter dan kualitas kopi tidak hanya ditentukan saat pengolahan, tetapi sudah dimulai sejak buah dipetik, termasuk dengan mengutamakan buah matang atau petik merah.

Praktik pemanenan yang terburu-buru dan tidak memilah tingkat kematangan berpotensi memengaruhi kualitas bahan baku. Karena itu, penguatan pengetahuan petani mengenai pemetikan, penanganan setelah panen, hingga pengolahan menjadi bagian penting apabila kopi Talaga Bodas ingin diarahkan menuju produk dengan mutu dan karakter yang lebih konsisten.

Baca Juga:  Organda Garut Soroti Tekanan Biaya Operasional, Desak Kebijakan BBM Lebih Adaptif

Kebun yang disurvei memiliki luas sekitar 2,5 hektare dan ditanami kopi Arabika yang telah berusia hampir sembilan tahun. Hasil kebun tersebut juga disebut telah memiliki pengalaman pasar hingga ke luar Pulau Jawa, salah satunya Bali, sehingga terdapat modal awal untuk terus mengembangkan potensi komoditas kopi dari kawasan tersebut.

Potensi kopi pegunungan juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Pengalaman kopi Gunung Halu yang telah memasuki pasar ekspor menjadi salah satu gambaran bahwa kopi dari kawasan pegunungan memiliki prospek untuk naik kelas, meski menuju kategori specialty coffee membutuhkan konsistensi mulai dari budidaya, pemanenan, pascapanen, pengolahan, hingga pengendalian mutu.

Dalam konteks pengembangan tersebut, Lapas Kelas IIA Garut juga memiliki koperasi yang dinilai siap dikembangkan untuk mendukung sektor kopi. Keberadaan koperasi membuka peluang untuk menjadi salah satu bagian dari penguatan kegiatan usaha, mulai dari pengelolaan produk, pengembangan jaringan kerja sama, hingga kemungkinan memperluas pemasaran kopi yang dihasilkan melalui ekosistem usaha yang lebih terorganisasi.

Pengembangan koperasi tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya Lapas Garut mengembangkan produksi kopi. Dengan adanya jejaring petani sebagai sumber bahan baku dan koperasi sebagai bagian dari pendukung kegiatan usaha, pengembangan kopi diharapkan tidak berhenti pada produksi, tetapi dapat bergerak menuju pengolahan dan penciptaan nilai tambah.

Baca Juga:  Nobar “Menolak Punah”, IPPNU Garut Soroti Krisis Limbah Fashion dan Peran Perempuan

Pemilik Pas Kopi, Amirullah Kandu, yang hadir bersama rekan-rekan bisninya, menyampaikan apresiasi kepada para petani Talaga Bodas yang masih mempertahankan tanaman kopi. Menurutnya, keberadaan petani lokal menjadi fondasi penting dalam membangun produk kopi yang memiliki identitas dan karakter tersendiri.

Amirullah juga menyampaikan terima kasih atas keterbukaan para petani dalam membangun komunikasi dan peluang kerja sama lanjutan. Ia melihat hubungan antara Lapas Garut dan petani Talaga Bodas dapat dikembangkan secara bertahap, khususnya dalam memperkuat ketersediaan bahan baku serta meningkatkan pemahaman mengenai pengolahan kopi yang baik.

Sementara itu, Yayat, petani kopi di kawasan Talaga Bodas, turut memberikan informasi mengenai kondisi kebun dan tanaman kopi yang berada di Blok Lebak Gede. Kang Yadi, pekerja sekaligus petani lokal Talaga Bodas, juga mendampingi proses peninjauan serta memberikan gambaran mengenai aktivitas perkebunan di lokasi tersebut.

Kerja sama antara Lapas Garut dan petani lokal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan survei. Penjajakan ini dapat menjadi pintu masuk untuk membangun pola kemitraan yang lebih berkelanjutan, terutama dalam penyediaan bahan baku, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan kopi, hingga pengembangan pasar.

Baca Juga:  Angkat Potensi Pangan Desa, PAC GP Ansor Tanjungjaya Sabet Juara Satu Lomba Video Nasional

Di sisi lain, keberadaan koperasi Lapas Garut memberikan ruang untuk memperkuat sisi hilir dari pengembangan komoditas tersebut. Apabila dikelola secara tepat, koperasi dapat menjadi salah satu instrumen pendukung untuk menghubungkan produksi kopi dengan kegiatan usaha, pemasaran, serta pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Tujuan akhirnya bukan sekadar menghasilkan biji kopi. Pengembangan tersebut diarahkan agar kopi Talaga Bodas memiliki citra dan karakter khas yang dapat dikenali berdasarkan wilayah asal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pihak-pihak yang terlibat dalam rantai produksinya.

Bagi Lapas Garut, penjajakan ini juga sejalan dengan upaya mengembangkan kegiatan produktif melalui pengelolaan kopi. Kolaborasi dengan petani lokal, pegiat kopi, dan penguatan koperasi diharapkan dapat membentuk ekosistem usaha yang saling mendukung sekaligus membuka peluang pengembangan produksi kopi secara lebih berkelanjutan.

Potensi Talaga Bodas kini tidak hanya dilihat dari hamparan tanaman kopinya, tetapi juga dari peluang membangun rantai usaha yang lebih kuat. Dari kebun, proses panen, pengolahan, koperasi hingga pemasaran, setiap mata rantai memiliki peran untuk menentukan apakah kopi lokal mampu tumbuh menjadi produk unggulan dengan identitas yang kuat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran