GUGAH — Pesatnya arus digitalisasi tidak boleh melunturkan nilai-nilai dasar dan identitas ideologis pelajar Nahdliyin. Prinsip tersebut menjadi ruh utama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya Masa Khidmat 2025–2027 saat menggelar Rapat Koordinasi Cabang (RAKOORCAB) di Aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (6/9/2026).
Mengusung tema “Bersinergi dalam Organisasi, Berinovasi di Era Digital”, forum ini memadukan penguatan nilai sejarah, penataan kelembagaan, serta akselerasi teknologi. Selain penyusunan program kerja, kegiatan ini dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Koordinasi Cabang (DKC) CBP-KPP Kabupaten Tasikmalaya, talkshow alumni, hingga peluncuran dan Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi digital organisasi.
Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya, Gigin Muharom, S.H., menegaskan bahwa inovasi teknologi yang diadopsi organisasi harus berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Menurutnya, gerakan kader ke depan bertumpu pada tiga paradigma: adaptif, kolaboratif, dan progresif.
“Adaptif artinya IPNU-IPPNU mampu beradaptasi dengan hal-hal baru. Namun yang paling penting, jangan sampai terserabut dari akar ideologis Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” tegas Gigin di hadapan utusan PAC, PK, dan PR se-Kabupaten Tasikmalaya.
Kesadaran ideologis tersebut diperkuat oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Tasikmalaya, Novi Fitriani, S.E. Ia mengingatkan pentingnya menjaga mata rantai perjuangan dan menghormati fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu.
“Berdirinya IPNU dan IPPNU di Kabupaten Tasikmalaya bukanlah sesuatu yang hadir dengan mudah. Ada pengorbanan yang berdarah-darah dari para pejuang di masa sebelumnya,” tutur Novi.
Komitmen anak muda NU ini mendapat dukungan penuh dari senior. Ketua Majelis Alumni IPNU Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Anggota DPRD Jawa Barat, H. Haris Sanjaya, mengapresiasi keberanian kader untuk terus berinovasi tanpa melupakan akar sejarah. Ia menegaskan kesiapan jajaran alumni untuk mendampingi dan mengawal setiap langkah strategis organisasi.
Melalui RAKOORCAB ini, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Tasikmalaya menegaskan posisinya untuk membentengi pelajar dari dampak negatif pergeseran zaman, sekaligus mencetak kader yang responsif, terampil berteknologi, dan setia pada ajaran Aswaja An-Nahdliyah.***



Tinggalkan Balasan