GUGAH — Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika Kota Tasikmalaya, Asep Rizal Asy’ari, mendorong penguatan ruang dialog lintas agama, komunitas, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas serta keharmonisan kehidupan sosial di Kota Tasikmalaya.
Hal itu disampaikan Asep saat bersilaturahmi dengan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, komunitas, ormas, serta masyarakat sipil dalam merawat keamanan dan kerukunan di tengah keberagaman.
Menurut Asep, komunikasi sosial tidak boleh berhenti pada lingkungan pesantren maupun kelompok keagamaan tertentu. Ruang perjumpaan antarkelompok harus diperluas agar masyarakat memiliki saluran dialog yang terbuka ketika menghadapi perbedaan maupun persoalan sosial.
“Kota Tasikmalaya bukan hanya sekadar kota santri dan pesantren, tetapi juga merupakan kota yang memiliki keberagaman. Karena itu, ruang-ruang dialog lintas agama, lintas komunitas dan lintas ormas harus terus dibangun dan dirawat,” ujar Asep dalam keterangannya Senin (10/8/2026).
Ia menilai dinamika sosial di Kota Tasikmalaya cukup kompleks sehingga komunikasi antarkelompok menjadi semakin penting. Dialog yang terbuka, kata dia, dapat menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi kesalahpahaman dan potensi gesekan sosial sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Asep juga menekankan bahwa keberagaman tidak semestinya ditempatkan sebagai ancaman.
“Keberagaman bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru dari perbedaan kita bisa melahirkan kebersamaan. Yang paling penting adalah bagaimana semua pihak memiliki ruang untuk berkomunikasi, saling menghormati dan menjaga keamanan bersama,” katanya.
Menjaga Ruang Kehidupan Beragama
Dalam pertemuan tersebut, Asep turut menyoroti pentingnya memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial dan keagamaan secara aman, tertib, serta tetap berada dalam koridor ketentuan hukum.
Menurutnya, sejarah Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat di kota tersebut tidak pernah berdiri dalam satu latar belakang saja. Berbagai komunitas keagamaan dan kelompok sosial telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Tasikmalaya.
Asep mencontohkan keberadaan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus di Kota Tasikmalaya yang telah melayani umat sejak 1931. Ia juga menyinggung perjalanan komunitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang memiliki sejarah panjang di Indonesia sejak berdirinya sinode pada 7 Oktober 1861.
Perkembangan berbagai komunitas tersebut, lanjut Asep, tidak terlepas dari dinamika mobilitas masyarakat, termasuk kehadiran masyarakat Batak di wilayah Priangan Timur pada dekade 1950-an dan 1960-an.
“Sejarah tersebut menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Tasikmalaya tidak berdiri dalam satu warna. Ada berbagai kelompok agama, komunitas dan latar belakang sosial yang telah menjadi bagian dari perjalanan kota ini. Karena itu, semuanya harus mendapatkan ruang untuk hidup berdampingan secara damai,” tutur Asep.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun sikap saling menghormati dan memberikan ruang kepada kelompok-kelompok keyakinan maupun komunitas lainnya, sepanjang pelaksanaan kehidupan beragama dilakukan sesuai ketentuan hukum dan prinsip kehidupan bersama.
Forum Bhinneka Siap Jadi Jembatan Komunikasi
Asep mengatakan silaturahmi dengan Kapolres Tasikmalaya Kota diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menjaga kondusivitas daerah.
Forum Bhinneka Tunggal Ika Kota Tasikmalaya, kata dia, siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antarkelompok untuk memperluas dialog, memperkuat toleransi, sekaligus mendeteksi potensi gesekan sosial sejak dini.
“Mari kita rawat Tasikmalaya sebagai rumah bersama. Berbeda keyakinan, berbeda organisasi dan berbeda latar belakang bukan alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan itu harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan, keamanan dan kebersamaan,” pungkas Asep Rizal Asy’ari.***



Tinggalkan Balasan