GUGAH.CO — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat sebanyak sembilan kasus Influenza A sepanjang Januari hingga September 2026. Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya penyakit yang dikenal masyarakat sebagai “super flu”.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pasien Influenza A di wilayahnya telah ditangani melalui prosedur isolasi di fasilitas kesehatan.
Farhan menjelaskan gejala Influenza A memiliki kemiripan dengan Covid-19. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi: Demam tinggi selama beberapa hari, Anismia atau hilangnya kemampuan penciuman hingga Batuk berkepanjangan.
Meski gejalanya dapat tergolong berat, tingkat penularan Influenza A dipastikan tidak setinggi Covid-19. Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit tersebut.
“Jika sakit flu, jangan remehkan, periksa ke dokter. Anak yang bergejala tidak usah sekolah dulu. Kami juga menyarankan vaksinasi flu bagi yang sehat,” ujar Farhan, Senin (22/9/2026).
Farhan juga menegaskan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bandung wajib mengutamakan penanganan medis pasien sebelum menyelesaikan urusan administrasi.
“Fasilitas kesehatan dilarang menolak pasien. Tangani dulu, urusan administrasi setelahnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus Influenza A.
Menurutnya, untuk memastikan diagnosis Influenza A diperlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan, seperti genome sequencing.
Ia menjelaskan, sembilan kasus yang tercatat saat ini berasal dari sistem surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) Kementerian Kesehatan di Puskesmas Padasuka.
“Data kasus Influenza A yang ada di kami berasal dari Sentinel ILI Kemenkes di Puskesmas Padasuka. Data tersebut tidak menggambarkan kasus di Kota Bandung secara keseluruhan,” pungkas Dadan.***



Tinggalkan Balasan