SMP Al Badar Cipulus Tanamkan Kepemimpinan dan Budaya Bersih Lewat LDKS

|

GUGAH – SMP Al Badar Cipulus menekankan pentingnya pembentukan karakter kepemimpinan sejak usia sekolah melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Selain membekali peserta dengan pemahaman dasar organisasi, kegiatan ini juga menanamkan nilai kepemimpinan, pengabdian, dan budaya hidup bersih sebagai bekal siswa menjadi pemimpin di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pemateri LDKS, Chandra Aditya Nurriefan, menyampaikan bahwa organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sarana belajar bekerja sama, bermusyawarah, dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama.

“Melalui organisasi, siswa belajar memimpin, menyelesaikan persoalan, serta membangun kebiasaan bekerja secara kolektif. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Public Speaking: Bekal Penting Pelajar Menatap Masa Depan

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar organisasi, mulai dari pembagian tugas kepengurusan, pentingnya administrasi yang tertib, pengelolaan program kerja, hingga membangun budaya kerja yang kolaboratif.

Chandra juga menjelaskan nilai-nilai organisasi dalam perspektif Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, organisasi dipandang sebagai ruang pengabdian kepada umat sekaligus media kaderisasi untuk membentuk pribadi yang berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta berkomitmen menjaga persatuan bangsa.

Baca Juga:  LDKS MA YPPA Cipulus Soroti Pentingnya Keterampilan Komunikasi bagi Calon Pemimpin Muda

Ia memperkenalkan empat nilai utama yang menjadi karakter kepemimpinan, yakni Tawassuth (moderat), Tawazun (seimbang), I’tidal (adil), dan Tasamuh (toleran). Keempat nilai tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang mampu menghargai perbedaan, bersikap adil, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

Selain kepemimpinan, materi LDKS juga menyoroti pentingnya budaya bersih di lingkungan pesantren dan sekolah. Chandra menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya menyangkut kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan karakter.

Implementasi budaya bersih dilakukan melalui pembiasaan menjaga kebersihan diri, merawat kamar dan ruang belajar, melaksanakan kegiatan gotong royong secara rutin, serta menumbuhkan kebersihan hati dengan menjaga akhlak dan etika dalam pergaulan.

Baca Juga:  Dari Pesantren ke Panggung Publik: Misi Chandra Tularkan Paham Publik Speaking di Kalangan Muda

Melalui kegiatan LDKS ini, SMP Al Badar Cipulus berharap para siswa tidak hanya memahami teori organisasi, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Bekal tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki kemampuan memimpin, serta siap berkontribusi bagi masyarakat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran