Siswa SMA di Garut Kehilangan Penglihatan akibat Tertembak Airgun, Polisi Buru Pelaku

|

GUGAH – Seorang siswa kelas X SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kehilangan penglihatan pada mata kirinya setelah terkena proyektil logam yang diduga ditembakkan menggunakan senjata airgun saat menghadiri acara reuni alumni SMP.

Peristiwa itu terjadi pada malam 26 September 2026 di sebuah vila di Garut. Hingga kini, pelaku yang diduga datang tanpa undangan masih dalam pencarian aparat kepolisian.

Ketua Asosiasi Perlindungan dan Kesejahteraan Anak (Askara), Imelia Pratiwi, mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh pihaknya, pelaku sempat melepaskan tembakan ke arah sejumlah orang sebelum proyektil mengenai mata korban.

“Awalnya ditembakkan ke orang lain, ada satu korban yang mengalami luka di bagian punggung. Peluru terakhir mengenai bola mata korban,” kata Imelia di RS Mata Cicendo, Bandung, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga:  Pencuri Kabel Traffic Light Ditangkap, Polisi Ungkap Biang Lampu Merah Bandung Padam

Setelah kejadian, korban sempat dibawa ke beberapa rumah sakit di Garut sebelum akhirnya dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung karena membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Menurut Imelia, korban pada awalnya mengaku mengalami cedera akibat terkena bola. Namun, hasil pemeriksaan radiologi menemukan adanya proyektil logam di dalam mata korban.

“Setelah hasil rontgen menunjukkan ada logam di dalam mata, korban akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Kejari Karawang Tetapkan Empat Tersangka Korupsi KPR, Satu Masih Buron

Akibat luka tersebut, korban kini kehilangan fungsi penglihatan pada mata kirinya. Proyektil dilaporkan masih berada di dalam bola mata dan pasien tengah menunggu operasi lanjutan setelah sebelumnya menjalani tindakan untuk menghentikan pendarahan dan menjahit luka.

Kasus ini telah dilaporkan keluarga korban ke Polres Garut pada 27 September 2026. Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan pelaku sedang dalam pencarian.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Herman, membenarkan pihaknya telah menangani perkara tersebut.

“Sudah kami monitor, pelakunya sedang kami cari. Untuk korbannya memang anak-anak,” kata Herman.

Sementara itu, Manajer Hukum dan Humas RS Mata Cicendo Bandung, Ria Darmasari, membenarkan rumah sakit menerima korban untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Curi Tas Berisi Laptop Penumpang KRL di Stasiun Kranji, Pria Ini Ditangkap Polisi

“Saat ini pasien masih menjalani pemeriksaan lanjutan. Masih ada beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Kasus ini kembali menyoroti risiko penyalahgunaan senjata airgun di ruang publik. Meski kerap dianggap sebagai alat olahraga atau hobi menembak, penggunaan airgun tetap memiliki potensi menimbulkan cedera serius apabila digunakan secara sembarangan atau tidak sesuai ketentuan.

Hingga berita ini ditulis, polisi belum mengungkap identitas maupun motif pelaku. Gugah.co akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penyelidikan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran