ISRAEL – Pemerintah Israel dilaporkan akan membebaskan dua aktivis internasional yang ditahan setelah mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza dalam pelayaran Global Sumud Flotilla. Informasi tersebut disampaikan oleh kelompok advokasi hukum Palestina, Adalah, yang mendampingi proses hukum kedua aktivis tersebut.
Dua aktivis yang dimaksud adalah Saif Abu Keshek, aktivis Palestina-Spanyol, dan Thiago Avila, aktivis asal Brasil. Keduanya sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel setelah armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat di perairan internasional dekat Yunani pada akhir April lalu.
Menurut pernyataan Adalah, kedua aktivis tersebut dijadwalkan dibebaskan dalam waktu dekat sebelum kemudian diserahkan kepada otoritas imigrasi Israel untuk menjalani proses deportasi ke negara asal mereka. Pengacara yang mewakili keduanya menyebut proses pemulangan diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Penahanan Saif Abu Keshek dan Thiago Avila memicu perhatian internasional. Pemerintah Brasil dan Spanyol sebelumnya mengecam tindakan Israel dan mendesak pembebasan segera terhadap kedua warga mereka. Kantor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyerukan agar Israel membebaskan seluruh anggota flotilla yang ditahan tanpa syarat.
Global Sumud Flotilla merupakan misi pelayaran kemanusiaan internasional yang bertujuan mengirim bantuan ke Jalur Gaza sekaligus menentang blokade Israel terhadap wilayah tersebut. Armada ini terdiri dari puluhan kapal yang membawa ratusan aktivis dari berbagai negara.
Israel menuduh kedua aktivis tersebut melakukan tindakan yang dianggap melanggar hukum keamanan Israel dan memiliki hubungan dengan kelompok yang dianggap bermusuhan. Namun, tim kuasa hukum mereka membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa misi yang dijalankan bersifat murni kemanusiaan.
Sebelumnya, pengadilan Israel sempat memperpanjang masa penahanan keduanya hingga 10 Mei. Selama dalam tahanan, laporan dari tim pembela menyebut kedua aktivis melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penahanan mereka.
Penangkapan para aktivis flotilla kembali memicu sorotan terhadap kebijakan blokade Israel di Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi perhatian berbagai organisasi kemanusiaan internasional.***



Tinggalkan Balasan