Sebulan Berlalu, GSF Desak Pembebasan “Tunisian 7” yang Masih Dipenjara

TUNISIA – Koalisi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla kembali mendesak pembebasan tujuh aktivis asal Tunisia yang hingga kini masih ditahan terkait keterlibatan mereka dalam misi solidaritas kemanusiaan untuk Gaza. Seruan itu disampaikan tepat satu bulan setelah penangkapan para aktivis yang dikenal dengan sebutan “Tunisian 7”.

Dalam pernyataannya, Global Sumud Flotilla menyebut penahanan para aktivis merupakan bagian dari upaya membungkam gerakan solidaritas internasional terhadap Palestina. Mereka menilai para aktivis hanya menjalankan aksi damai untuk mendukung pengiriman bantuan kemanusiaan dan menentang blokade Israel atas Gaza.

Ketujuh aktivis Tunisia tersebut sebelumnya ditangkap dalam operasi aparat keamanan Tunisia yang menyasar sejumlah anggota komite pengarah dan penyelenggara Global Sumud Flotilla. Penangkapan terjadi setelah berbagai kegiatan solidaritas Palestina di Tunisia dilaporkan mengalami pembatasan dan pembubaran.

Baca Juga:  Jakarta Jadi Kota dengan Polusi Terburuk di Dunia Minggu Pagi Ini

Global Sumud Flotilla menyebut para aktivis yang ditahan, termasuk Wael Nouar, Jawaher Channa, Nabil Chanoufi, Sana Msahli, dan Mohammed Amin Belnour, merupakan bagian penting dari jaringan sipil internasional yang terlibat dalam persiapan pelayaran kemanusiaan menuju Gaza.

Koalisi itu menegaskan bahwa penahanan tersebut tidak akan menghentikan misi mereka. Dalam beberapa pekan terakhir, armada Global Sumud Flotilla justru kembali melanjutkan perjalanan menuju Turki setelah sempat menghadapi intersepsi dan penahanan oleh militer Israel di Laut Mediterania.

Gerakan Global Sumud Flotilla sendiri merupakan koalisi internasional non-kekerasan yang melibatkan aktivis, tenaga medis, pengacara, hingga relawan kemanusiaan dari lebih dari 100 negara. Misi utamanya adalah menantang blokade Israel terhadap Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Palestina.

Baca Juga:  Spanyol Pastikan Israel Akan Bebaskan Aktivis GSF Saif Abukeshek

Dalam perkembangan terbaru, dua aktivis internasional Global Sumud Flotilla, Saif Abukeshek dan Thiago Ávila, baru saja dibebaskan setelah ditahan Israel selama 10 hari menyusul intersepsi armada bantuan di perairan internasional dekat Kreta, Yunani. Organisasi tersebut menuding keduanya mengalami penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi selama penahanan.

Meski demikian, Global Sumud Flotilla menegaskan perjuangan mereka belum selesai selama masih ada aktivis dan warga Palestina yang ditahan. Mereka juga menyerukan tekanan internasional terhadap pemerintah Tunisia dan Israel agar menghormati hukum internasional serta hak-hak para aktivis sipil.

Baca Juga:  Usai Dibebaskan, Saif Abukeshek Serukan Solidaritas Global untuk Palestina Jangan Padam

Dukungan terhadap misi Global Sumud Flotilla terus bermunculan dari berbagai negara. Sejumlah pemerintah dan organisasi internasional sebelumnya mengecam tindakan intersepsi Israel terhadap kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza. Indonesia termasuk salah satu negara yang ikut mengutuk penahanan aktivis dan serangan terhadap armada kemanusiaan tersebut.

Di tengah tekanan dan berbagai hambatan, armada Global Sumud Flotilla menegaskan mereka akan terus melanjutkan misi kemanusiaan untuk Gaza sebagai simbol perlawanan sipil terhadap blokade dan krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *