GUGAH — Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, NU Care-LAZISNU Kabupaten Garut menghadirkan aksi kepedulian sosial melalui penyaluran santunan kepada anak yatim. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Hejo, Jalan Suherman Nomor 117, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (31/10/2026), menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Garut.
Penerima santunan berasal dari Kecamatan Leuwigoong, Kadungora, Banyuresmi, dan Tarogong Kaler. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan, tetapi juga upaya menerjemahkan semangat Hari Santri ke dalam aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Peringatan Hari Santri tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengabdian kepada sesama. Semangat tersebut diwujudkan NU Care-LAZISNU Garut melalui program santunan yang menjadi bagian dari khidmah Nahdlatul Ulama di bidang sosial kemasyarakatan.
Kegiatan ini sejalan dengan arah perjuangan PCNU Kabupaten Garut dalam memperkuat pelayanan umat dan menghadirkan manfaat organisasi secara langsung di tengah masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, NU Care-LAZISNU berupaya membangun kepedulian bersama sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat.
“Semangat Hari Santri harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya melalui kegiatan seremonial. Salah satunya dengan menumbuhkan kepedulian kepada sesama, membantu mereka yang membutuhkan, dan memastikan keberadaan NU membawa manfaat bagi masyarakat,” demikian pesan yang relevan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.
NU Care-LAZISNU Garut menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan santunan. Dukungan para dermawan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program sosial serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua atau wali yang telah mendampingi anak-anak penerima santunan. Apresiasi turut diberikan kepada anak-anak yang hadir dan mengikuti kegiatan dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berbagi, juga kepada para orang tua atau wali dan anak-anak yang telah hadir. Semoga santunan ini membawa kebahagiaan, memberikan semangat, serta menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dan selalu ada kepedulian dari lingkungan sekitarnya,” demikian pesan apresiasi dalam kegiatan tersebut.
Ke depan, NU Care-LAZISNU Garut berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi donatur dan mempercayakan zakat, infak, serta sedekahnya melalui lembaga tersebut. Dengan dukungan yang semakin luas, jangkauan penerima manfaat diharapkan terus bertambah dan kegiatan sosial dapat dilaksanakan lebih meriah.
“Semoga ke depan semakin banyak donatur dan penerima manfaat yang terjangkau. Kami ingin gerakan berbagi ini semakin berkembang, lebih gebyar dalam menebar manfaat, serta mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Garut,” menjadi harapan bagi pengembangan program NU Care-LAZISNU ke depan.
Melalui kegiatan ini, NU Care-LAZISNU Garut ingin menjadikan Hari Santri sebagai momentum memperkuat tradisi kepedulian dan pengabdian. Semangat santri diharapkan tidak hanya tercermin dalam kehidupan pesantren, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam membantu, melayani, dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.***





Tinggalkan Balasan