GUGAH -Persib Bandung menghadapi ujian penting saat bertandang ke markas Port FC pada laga perdana Grup ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027, Kamis (8/10/2026). Bagi Maung Bandung, pertandingan ini bukan sekadar pembuka turnamen, melainkan momentum untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menjaga peluang lolos dari grup yang dihuni klub-klub elite Asia Tenggara.
Persib dijadwalkan menjalani latihan resmi di Thammasat Stadium, Pathum Thani, Rabu (7/10/2026), sebagai pematangan akhir sebelum menghadapi wakil Thailand tersebut.
Laga di markas Port FC dipandang krusial karena Grup Persib juga dihuni dua kekuatan besar kawasan, yakni Johor Darul Ta’zim (JDT) dari Malaysia dan Lion City Sailors dari Singapura. Hasil positif di laga perdana berpotensi menjadi modal psikologis yang menentukan perjalanan Persib di fase grup.
Persib bertolak ke Thailand dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi. Tim asuhan Bojan Hodak membawa tren positif usai meraih hasil baik di Super League maupun AFC Champions League Two (ACL Two).
Meski demikian, Port FC bukan lawan asing bagi Persib. Kedua tim pernah saling berhadapan pada ACL Two musim 2024. Saat itu Persib kalah 0-1 di Bandung sebelum menahan imbang Port FC 2-2 di Thailand.
Kini, kekuatan Port FC dinilai jauh lebih matang setelah tampil di AFC Champions League Elite (ACL Elite) dan melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain.
Gelandang Persib, Adam Alis Setyano, mengakui kualitas calon lawannya meningkat dibanding dua musim lalu. Namun, ia optimistis Persib juga datang dengan skuad yang lebih kompetitif.
“Port sekarang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Mereka bermain di ACL Elite dan memiliki pemain asing yang berbeda. Tapi kami juga memiliki materi tim yang bagus dan siap meraih poin di kandang mereka,” ujar Adam.
Menurut Adam, tiga poin di pertandingan pertama akan sangat berarti untuk menjaga peluang Persib bersaing di grup yang disebutnya sebagai salah satu grup terberat di kompetisi tersebut.
Setelah menempuh perjalanan hampir delapan jam dari Bandung menuju Bangkok, seluruh pemain Persib langsung menjalani sesi pemulihan ringan di hotel.
Pelatih fisik Persib, Karlo Reinholz, memilih program aktivasi otot melalui jalan santai selama 15 menit yang dilanjutkan dengan peregangan untuk mengurangi ketegangan akibat perjalanan panjang.
Menurut Reinholz, pemulihan menjadi bagian penting agar kondisi fisik pemain kembali optimal sebelum menjalani latihan resmi dan pertandingan.
“Jalan kaki menjadi bagian dari mobilisasi otot untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah perjalanan panjang,” jelasnya.
Persib juga harus beradaptasi dengan kondisi Thailand yang beberapa hari terakhir dilanda banjir di sejumlah wilayah Bangkok dan sekitarnya.
Meski genangan di sebagian besar kawasan mulai surut, pemerintah Thailand masih mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Situasi tersebut diperkirakan menjadi tantangan tambahan bagi kedua tim, terutama dalam menjaga kondisi lapangan dan kebugaran pemain menjelang pertandingan.
Shopee Cup menjadi pengalaman pertama Persib di kompetisi antarklub Asia Tenggara yang mempertemukan para juara dan klub papan atas ASEAN.
Karena itu, laga kontra Port FC memiliki arti strategis. Kemenangan bukan hanya akan membuka peluang lolos ke fase berikutnya, tetapi juga mempertegas bahwa Persib mampu bersaing di level regional setelah menunjukkan perkembangan positif di kompetisi Asia dalam dua musim terakhir.
Di sisi lain, hasil negatif akan membuat langkah Persib semakin berat mengingat masih harus menghadapi JDT dan Lion City Sailors yang juga menjadi favorit di grup.
Jadwal Pertandingan
- Kompetisi: ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027
- Laga: Port FC vs Persib Bandung
- Hari/Tanggal: Kamis, 8 Oktober 2026
- Kick-off: 19.00 WIB
- Stadion: Thammasat Stadium, Pathum Thani, Thailand
- Siaran Langsung: RCTI dan GTV
- Live Streaming: Vision+
Laga ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur sejauh mana daya saing klub Indonesia di level Asia Tenggara. Persib tidak hanya membawa nama klub, tetapi juga harapan publik sepak bola Indonesia agar mampu berbicara lebih banyak di kompetisi regional setelah menunjukkan tren positif di panggung Asia.***





Tinggalkan Balasan