BANDUNG – Wakil Ketua II Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat, Arif Hardiana, memperingatkan bahwa keterbatasan anggaran menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan prestasi daerah. Situasi ini dinilai mulai memengaruhi psikologis atlet, bahkan memicu keinginan sejumlah atlet potensial untuk berpindah ke provinsi lain.
Arif menegaskan bahwa dukungan anggaran pemerintah merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas pembinaan olahraga prestasi. Dampak defisit anggaran kini mulai dirasakan langsung oleh pengurus cabang olahraga (cabor) maupun pengurus di tingkat kabupaten dan kota yang tengah bersiap menuju Porprov 2026.
“Tidak bisa dipungkiri, ketika daya dukung pemerintah terkait anggaran berkurang, sektor yang pertama kali terdampak adalah cabang olahraga dan pengurus cabang,” ujar Arif di Bandung, Sabtu (9/5/2026).
Arif mengungkapkan indikasi bahwa sejumlah atlet andalan Jawa Barat mulai melirik daerah lain sebagai pelabuhan baru. DKI Jakarta menjadi tujuan utama karena dinilai memiliki stabilitas pembiayaan olahraga yang lebih mapan dibandingkan daerah lain.
“Disinyalir beberapa atlet andalan kita sudah ada yang mengajukan diri untuk pindah provinsi, terutama ke DKI Jakarta yang selama ini relatif tidak mengalami kesulitan pembiayaan,” ungkapnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Arif mendesak KONI Jawa Barat untuk segera mengambil langkah strategis yang tidak biasa guna mempertahankan aset atlet terbaik mereka. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar atlet jauh lebih mendesak dibandingkan janji-janji besar tanpa realisasi.
“KONI Jawa Barat mau tidak mau harus membuat kebijakan yang anti-mainstream. Yang terpenting adalah kebutuhan dasar atlet—seperti fasilitas latihan yang memadai, transportasi, dan dukungan operasional—tetap terpenuhi agar mereka nyaman bertahan di Jawa Barat,” tegas Arif.
Menurutnya, ekspektasi pengurus cabor sebenarnya sangat sederhana: adanya dukungan proporsional dari pemerintah agar target juara umum yang pernah diraih pada PON sebelumnya tetap dapat dipertahankan.
Meski dibayangi isu perpindahan atlet akibat efisiensi anggaran, Arif berharap para patriot olahraga tetap menjunjung tinggi loyalitas. Ia mengingatkan bahwa Jawa Barat adalah tempat mereka dibina dan dibesarkan hingga mencapai level prestasi saat ini.
“Harga diri Jawa Barat itu lebih utama. Saya yakin Jawa Barat adalah rumah bagi para atlet karena mereka tumbuh melalui pembinaan yang dilakukan di sini,” tuturnya.
Arif meyakini bahwa badai efisiensi anggaran juga dirasakan oleh banyak provinsi lain. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan KONI Jawa Barat ke depan lebih mengutamakan percepatan penyaluran Dana Operasional Pembinaan (DOP) sebagai solusi konkret untuk menahan laju eksodus atlet ke daerah lain.***



Tinggalkan Balasan