Konsep MASAGI Ditawarkan, Ari Awaludin Siap Goyang KNPI Palabuhanratu

|

SUKABUMI – Persaingan di bursa pencalonan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Palabuhanratu mulai memanas. Wakil Ketua II, Ari Awaludin, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju, membawa visi dan misi yang tertuang dalam konsep unggulan bernama MASAGI.

Konsep ini ditawarkan sebagai strategi baru untuk mengubah wajah organisasi kepemudaan agar lebih relevan, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026), Ari Awaludin menegaskan pentingnya pergeseran paradigma di kalangan generasi muda. Di tengah pesatnya pembangunan Kabupaten Sukabumi, pemuda tidak boleh lagi hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi pelaku utama yang berintegritas.

Baca Juga:  PSSI Hukum Persipura Semusim Tanpa Penonton, Kericuhan Stadion Lukas Enembe Berujung Denda Rp240 Juta

“Pemuda harus hadir sebagai pelaku utama pembangunan dengan integritas yang kuat, bukan sekadar penonton,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami esensi berorganisasi. Menurut Ari, wadah kepemudaan adalah tempat untuk mengabdikan diri dan mengasah potensi diri, bukan sarana untuk mencari keuntungan materi.

“Pemuda harus paham bahwa tugas utama di organisasi adalah pengabdian dan pengembangan diri, bukan menjadikannya sebagai tempat mencari uang,” kata Ari.

Ari Awaludin mengusung konsep MASAGI sebagai akronim dari nilai-nilai luhur yang ingin dibangun, yaitu: Maju, Akuntabel, Sportif, Aktual, dan Inovatif.

Baca Juga:  Diborgol Saat Rayakan Ulang Tahun, Seorang Pria di Garut Ternyata Pelaku Curanmor

Setiap kata memiliki makna yang mendalam. Maju berarti pemuda harus visioner, adaptif terhadap teknologi, dan siap membawa perubahan. Akuntabel menekankan transparansi dan tanggung jawab dalam setiap kebijakan. Sementara itu, sikap Sportif diperlukan untuk membangun budaya kompetisi yang sehat dan kolaboratif.

Tak kalah penting, nilai Aktual dan Inovatif menjadi dorongan agar pemuda mampu melahirkan solusi kreatif atas berbagai persoalan yang ada di Palabuhanratu.

Ari juga meyakini, jika nilai-nilai MASAGI ini dapat dijalankan dengan konsisten, maka cita-cita mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarokah, sejahtera lahir dan batin, akan semakin mudah tercapai.

Baca Juga:  Hardiknas 2026, DPRD Soroti Kekurangan Guru di Kota Bekasi Kian Parah, Beban Mengajar Tak Ideal

“Keberkahan daerah dimulai dari niat tulus dan kerja keras pemudanya yang tidak mengejar kepentingan sesaat,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen pemuda di Palabuhanratu untuk bersama-sama melakukan rekonstruksi cara pandang dalam berorganisasi. Sudah saatnya energi muda dimanfaatkan untuk membangun organisasi yang sehat, mandiri, dan bermanfaat luas.

“Dengan semangat MASAGI, pemuda harus siap menjadi lokomotif perubahan bagi kemajuan Sukabumi,” demikian Ari Awaludin.*

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran