GUGAH — Banser melalui Satuan Koordinasi Kelompok (Satkoryon) Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyalurkan bantuan air bersih ke tujuh wilayah terdampak kekeringan pada Minggu (11/10/2026). Sebanyak 19 tangki air didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mulai mengalami kesulitan air bersih sejak September lalu.
Anton Bintarto, salah satu anggota jajaran Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser yang menjabat Kepala Satuan Khusus Nasional (Kasatsusnas) Balantas, mengatakan kekurangan air bersih menjadi persoalan yang dihadapi sejumlah wilayah di DIY selama musim kemarau berkepanjangan. Wilayah tersebut meliputi Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo.
Menurut Anton, kondisi di sejumlah wilayah, khususnya bagian timur Kecamatan Imogiri, mendorong jajaran Banser untuk membantu masyarakat melalui distribusi air bersih. Tim Bagana Banser di sejumlah daerah juga bergerak menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak.
“Di Bantul, kekurangan air bersih sudah terjadi sejak September, terutama di beberapa wilayah Imogiri bagian timur. Kondisi ini mendorong sahabat-sahabat Banser bergerak membantu warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” ujar Anton.
Dalam distribusi tersebut, bantuan disalurkan ke tujuh wilayah dengan rincian tiga tangki untuk Karangasem Pucung, tiga tangki untuk Kalidadap 1, tiga tangki untuk Kalidadap 2, dua tangki untuk Sunggo, enam tangki untuk Siluk Mbulu, satu tangki untuk Mbutuh, dan satu tangki untuk Pengkol.
Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter. Dengan kapasitas tersebut, satu tangki diperkirakan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 15 hingga 30 kepala keluarga, bergantung pada kondisi dan jumlah warga di lokasi penerima.
Dalam kapasitasnya sebagai Kasatsusnas Balantas Satkornas Banser, Anton turut mendukung gerakan kemanusiaan yang dijalankan jajaran Banser di DIY. Dukungan tersebut diberikan untuk memperkuat upaya Sahabat Seriyanto selaku Kasatkoryon Imogiri dan Sahabat Ambar Riyanto selaku Kasatkorcab Bantul dalam membantu masyarakat mendapatkan pasokan air bersih.
“Dalam penyaluran kali ini, kami mendistribusikan 19 tangki air bersih ke tujuh wilayah di Imogiri. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meskipun kami menyadari masih diperlukan upaya bersama untuk menjangkau warga yang terdampak kekeringan,” katanya.
Pendanaan kegiatan dihimpun melalui penggalangan dana dari personel Banser dan para donatur di wilayah Imogiri. Sementara itu, Banser di tingkat Satkoryon dan Satkorcab di sejumlah wilayah DIY juga menjalankan kegiatan serupa untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Dalam pelaksanaannya, Banser berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk memanfaatkan unit tangki air yang dipinjam untuk menyalurkan bantuan dari para donatur. Komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk kepala daerah, turut dilakukan agar penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sebagai bagian dari jajaran Satkornas Banser, kami mendukung gerakan kemanusiaan yang dilakukan sahabat-sahabat di daerah, termasuk Sahabat Seriyanto selaku Kasatkoryon Imogiri dan Sahabat Ambar Riyanto selaku Kasatkorcab Bantul. Kami berharap kolaborasi antara Banser, para donatur, dan pemerintah daerah dapat terus berjalan agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan bantuan air bersih,” tambah Anton.
Banser DIY masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pengadaan bantuan air bersih melalui donasi. Dukungan masyarakat diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan distribusi, terutama ke wilayah yang masih mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
Di tengah kemarau berkepanjangan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan bagi warga di sejumlah wilayah Bantul. Kolaborasi antara relawan, donatur, dan pemerintah daerah diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.***





Tinggalkan Balasan