IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Investor Pantau Sinyal The Fed

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026) setelah ditutup naik 1,36% ke level 6.118 pada sesi sebelumnya.

Head of Department BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Chory Agung Ramdhani, menilai penguatan mulai terkonfirmasi setelah IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.000. Peluang technical rebound masih terbuka selama indeks tidak turun di bawah level 6.017.

Meski demikian, Chory mengingatkan momentum kenaikan belum sepenuhnya kuat karena indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan tren bearish.

“IHSG perlu menembus resistance di level 6.140 untuk membuka ruang penguatan menuju 6.240. Sementara support berada pada kisaran 6.017 hingga 5.851,” kata Chory dalam riset BRIDS Sapa Mentari, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga:  Onde-onde, Jajanan Sederhana yang Menyimpan Jejak Panjang dari Tiongkok hingga Tanah Sunda

Senada, MNC Sekuritas melihat tekanan beli masih mendominasi pergerakan IHSG. Namun, perusahaan sekuritas itu mengingatkan investor tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek karena indeks diperkirakan masih berada dalam fase wave c dari wave (y).

MNC Sekuritas memproyeksikan area koreksi berada di kisaran 5.850–5.911, dengan level support di 5.949 dan 5.872. Sementara itu, resistance diperkirakan berada di level 6.187 dan 6.297.

Dari sisi global, perhatian pasar tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis pada 7 Oktober 2026. Dokumen tersebut diperkirakan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Selain FOMC Minutes, investor juga akan mencermati data ISM Services, neraca perdagangan Amerika Serikat, serta pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang masih bertahan di kisaran 5,3%.

Baca Juga:  Karhutla di Palabuhanratu Sukabumi, Pemadam Terkendala Akses

Jika data ekonomi Amerika Serikat melemah, pasar berpeluang kembali meningkatkan ekspektasi pemangkasan maupun penahanan suku bunga. Namun, tingginya yield obligasi masih menjadi faktor yang dapat menekan aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

IHSG Masuk Empat Besar Penguatan Bursa Asia

Pada perdagangan Senin (5/10/2026), IHSG ditutup menguat 1,36% ke level 6.118,86 dan menjadi salah satu indeks dengan kenaikan terbaik di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG menempatkannya di posisi empat besar bursa Asia, sejajar dengan indeks Taiwan, Nikkei 225 Jepang, dan PSEi Filipina.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Saham FORU Disuspensi BEI Usai Melonjak Hampir 99%

Penguatan ditopang oleh sektor properti, barang baku, dan infrastruktur yang masing-masing naik 2,31%, 2,06%, dan 1,99%.

Dari jajaran saham unggulan, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,07%, disusul PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 3,72%, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar 3,66%, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) 3,61%, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 3,46%, serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menguat 3,45%.

Sepanjang perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp9,97 triliun dengan volume 40,97 miliar saham. Sebanyak 526 saham ditutup menguat, 153 saham melemah, dan 114 saham lainnya bergerak stagnan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran