Hari Jadi Ke-216: GMNI Kota Bandung Beri Kado Rapor Merah untuk Pemkot

|

GUGAH – Di tengah kemeriahan Hari Jadi Kota Bandung ke-216, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bandung turun ke jalan membawa satu kado yang mungkin tidak masuk dalam daftar acara seremoni Pemerintah Kota Bandung: rapor merah.

Rapor tersebut diberikan sebagai bentuk kritik atas kondisi Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin. Ketika pemerintah sibuk seiring bertambahnya usia kota, rakyat justru masih dihadapkan pada permasalahan yang sama: pekerjaan, pendidikan, kesehatan, sampah, kemacetan, ruang hidup, hingga kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  Seleksi Direksi Tiga BUMD Segera Dibuka, Pemprov Banten Ajak Profesional Mendaftar

Kota boleh bertambah usia, tapi jangan sampai persoalannya bertambah tua tanpa penyelesaian.

Bagi GMNI Bandung, keberhasilan pemerintahan tidak dapat diukur dari banyaknya program yang diumumkan, baliho yang dilaksanakan, atau seremoni yang digelar. Program tanpa hasil hanyalah daftar janji; anggaran tanpa dampak hanyalah angka; dan slogan tanpa perubahan hanyalah dekorasi politik.

Rapor merah GMNI Bandung mencermati tata kelola pemerintahan, kemiskinan dan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengelolaan sampah, serta ruang terbuka hijau. Persoalan-persoalan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan rumah Kota Bandung masih jauh dari selesai.

Baca Juga:  Polrestabes Makassar Siagakan 1.200 Personel Amankan May Day 2026: Kedepankan Pelayanan dan Ketertiban Umum

Ironisnya, rakyat diminta merayakan “hari jadi”, sementara pemerintah belum mampu menunjukkan perubahan yang benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Jika perayaan adalah panggung, maka GMNI Bandung memilih menjadi cermin: menampilkan wajah kota sebagaimana adanya, sebagaimana bukan yang ingin ditampilkan.

Rapor merah ini bukan hadiah kebencian. Ini adalah tagihan per tanggung jawab. Mengapa kekuasaan menggunakan mandat rakyat dan anggaran publik, maka rakyat berhak bertanya: ke mana arah kebijakan, ke mana anggaran yang dibawa, dan apa yang benar-benar kembali kepada rakyat?

Baca Juga:  ​1,5 Tahun Kepemimpinan Farhan-Erwin Dinilai Gagal, GMNI Bandung Menggelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Evaluasi Total Tata Kelola Kota

GMNI Bandung menegaskan: Bandung tidak sedang kekurangan seremoni. Bandung sedang membutuhkan penyelesaian. Slogan tidak kekurangan. Bandung kekurangan bukti.

Silakan rayakan hari jadi Kota Bandung. Tapi jangan marah ketika rakyat ikut memberikan rapor. Karena kota ini milik rakyat, bukan milik walikota ataupun wakil walikota.

Dan untuk Pemerintah Kota Bandung, kado kami sederhana:

BUKAN UCAPAN SELAMAT, TETAPI RAPOR MERAH.

GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA CABANG BANDUNG

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran